Bupati Fahmi Kukuhkan Pengurus Pelita Purbalingga, Ini Tujuannya

Budi Pekerti
Bupati Fahmi Muhammad Hanif mengukuhkan pengurus Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kabupaten Purbalingga periode 2025-2020, di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (13/12/2025). (Foto : Prokopim Setda Purbalingga).

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif  mengukuhkan pengurus Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kabupaten Purbalingga periode 2025–2029. Acara dilaksanakan bersamaan dengan Pagelaran Seni  Budaya Lintas Agama, di Pendapa Dipokusumo,   Sabtu (13/12/2025).

 

Bupati Fahmi Dukung Pelita

 

Bupati  Fahmi Muhammad Hanif  memberikan dukungan penuh kepada Pelita yang berada di bawah naungan Forum Komunikasi AUmat Beragama (FKUB).  Dia menyambut baik kegiatan ini sebagai tonggak penting dalam upaya memperkokoh harmoni antar umat beragama dan toleransi di Purbalingga. Ia mengucapkan selamat kepada pemuda Pelita yang telah dikukuhkan.“Semoga Pelita ini menjadi energi dan harapan pada anak-anak muda di Purbalingga yang mampu menjadi jembatan antar umat, perekat sosial dan penggerak kegiatan-kegiatan positif lintas keagamaan,” kata Bupati.

Ia berharap Pelita bukan hanya menjadi wadah, tetapi menjadi gerakan yang membangun komunikasi sehat, kegiatan sosial bersama, dialog lintas iman, serta kreativitas seni budaya yang mencerminkan kedamaian. Pemerintah Kabupaten Purbalingga, lanjutnya, berkomitmen berkolaborasi dengan FKUB, organisasi kepemudaan, dan komunitas keagamaan untuk menjaga situasi masyarakat yang kondusif dan harmonis.

Baca juga  Siang Ini, Bupati Fahmi Lakukan Rotasi Pejabat Eselon II Pemkab Purbalingga

“Mendorong peran generasi muda, sebagai pelopor persatuan dan menjaga nilai nilai kebangsaan. Serta menguatkan literasi keberagaman agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan radikalisme, intoleransi dan disinformasi,” imbuhnya.

 

Bupati Fahmi Saksikan Pagelaran Seni

Bupati Fahmi juga menyaksikan Pagelaran seni budaya lintas agama yang mengiringi pengukuhan Pelita menampilkan beragam kesenian dari berbagai unsur keagamaan. Penampilan diawali seni musik keroncong oleh perwakilan Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPdI) Filadelphia Kalimanah, dilanjutkan paduan suara kontemplatif dari Gereja Katolik Paroki Santo Agustinus Purbalingga. Selanjutnya ditampilkan Tari Saman dari Aceh oleh pelajar SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, seni pencak silat Persinas Asad dari ormas LDII, dan ditutup dengan Tari Barongsai dari Klenteng Hok Tek Bio.

“Kami harap pagelaran seni budaya lintas agama ini tidak hanya jadi tontonan, tapi tuntunan yang mengingatkan kita bahwa perbedaan anugerah dan toleransi adalah jalan menuju kemajuan,” katanya.

Bupati Fahmi dan Ketua FKUB Beri Pesan

Ketua FKUB Kabupaten Purbalingga, KH Nurcholis Masrur, menyampaikan bahwa Pelita dibentuk untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi di Purbalingga melalui hubungan yang saling menghargai dan menghormati agar tidak terjadi konflik yang berkaitan dengan agama.

Baca juga  KPK Puji Kinerja Antikorupsi Jawa Tengah, MCP Capai 90,8 dan Tertinggi Secara Nasional

“Mudah mudahan pengurus Pelita yang dikukuhkan langsung oleh Mas Bupati akan bisa bekerja sebaik mungkin untuk menyebarkan virus positif di antara kita jangan sampai saling benci memusuhi,” imbuhnya.