Logo Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga resmi diperkenalkan. Mengusung semangat “Sinergi, Kolaborasi untuk Akselerasi Purbalingga Baru”, logo ini cerminan identitas, budaya, dan harapan besar untuk masa depan Purbalingga.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif melalui akun Instagram @fahmihnf menyampaikan setelah melalui proses sayembara, akhirnya terpilih logo resmi HUT Purbalingga ke-195. Logo ini bukan hanya identitas visual, tetapi juga rangkuman nilai, sejarah, dan harapan besar Purbalingga ke depan.
Logo Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga Filosofi dan Maknanya
Filosofi Logo:
– Logo ini terinspirasi dari Wayang Suket yang merupakan kesenian Purbalingga yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Tingkat Nasional.
– Angka 1 membentuk lesatan anak panah, melambangkan Kemajuan atau Inovatif
– Angka 95 menyatu membentuk satu kesatuan melambangkan Kolaboratif
– Warna Hijau Tosca bermakna Keseimbangan, Keteduhan, dan Harmoni
– Warna Oranye bermakna Pertumbuhan dan Transformasi
– Warna Merah Marun bermakna Keberanian, Kekuatan, dan Ketegasan
Tema Besar Logo Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga
Seluruh elemen ini menyatu dalam tema besar: “195 Tahun Purbalingga: Sinergi, Kolaborasi untuk Akselerasi Purbalingga Baru.”
Harapannya, logo ini dapat menjadi pemantik semangat baru, mendorong lahirnya lebih banyak inovasi, memperkuat kerja bersama yang kolaboratif, dan menghadirkan percepatan pembangunan yang lebih nyata bagi Purbalingga.
Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-195 akan diperingati pada 18 Desember 2025. Kepala Dinkominfo Purbalingga R Budi Setiawan mengatakan sejumlah agenda akan digelar untuk menyemarakkan perhelatan itu.
Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga dan Latar Belakang Sejarahnya
- Latar Belakang: Sebelum menjadi kabupaten yang mandiri, wilayah Purbalingga berada di bawah kekuasaan beberapa kerajaan, termasuk Kerajaan Mataram setelah runtuhnya Kerajaan Pajang.
- Peran Kyai Arsantaka: Kyai Arsantaka dikenal sebagai tokoh pendiri dan leluhur para bupati Purbalingga. Kisah kepahlawanannya, terutama dalam konteks Perang Jenar (bagian dari Perang Mangkubumen), menjadi bagian penting dari narasi sejarah lokal.
- Pendirian Resmi: Pada tanggal 18 Desember 1830, status Purbalingga ditingkatkan menjadi sebuah kabupaten. Beberapa sumber lain menyebutkan tahun 1831, namun tanggal 18 Desember 1830 kini menjadi rujukan resmi.
- Perkembangan Pemerintahan: Sepanjang sejarahnya, Purbalingga mengalami berbagai perubahan administratif, termasuk pada masa pendudukan Jepang dan reformasi pemerintahan era Hindia Belanda pada tahun 1929, di mana Purbalingga ditetapkan sebagai daerah yang berdiri sendiri (zelfstandige gemeenschap).







