Di tengah hiruk pikuk modernisasi, profesi pengayuh becak seringkali terpinggirkan, menyisakan perjuangan berat, terutama bagi mereka yang telah memasuki usia senja.
Namun, pada Selasa (2/12/25), harapan baru menyala di mata ratusan pengayuh becak di Kabupaten Banyumas dengan hadirnya bantuan 280 unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan ini bukan sekadar kendaraan, melainkan wujud kepedulian yang menyentuh sisi humanisme.
Salah satu penerima bantuan, Warsim Warsito, seorang pengayuh becak dari Sumbang, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya.
Perjalanan hidupnya sebagai penarik becak sudah terentang panjang sejak tahun 80-an, sebuah dedikasi yang kini menuntut fisik prima.
“Saya narik dari tahun 80an, tadi nyoba ya enak. Tapi masih butuh penyesuaian,” ungkap Warsim.
Ia berharap, bantuan becak listrik ini dapat memperbaiki penghasilannya dan meringankan beban tubuhnya.
Perasaan serupa dialami oleh Soedirman, warga Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara. Di usianya yang sudah menginjak 73 tahun, mengayuh becak manual adalah perjuangan harian yang melelahkan.
“Alhamdulillah, terimakasih Pak Prabowo, yang pasti jadi lebih ringan karena tidak sepenuhnya menggayuh,” kata Soedirman.
Bagi beliau, becak listrik adalah anugerah yang mengubah pekerjaan berat menjadi lebih ringan dan layak.
Bantuan ini disalurkan melalui Gerakan Soliditas Nasional (GSN), yayasan pribadi milik Presiden Prabowo. Penyerahan simbolis dilakukan di Pendopo Si Panji Purwokerto oleh Ketua GSN, Teguh Arief Indrat Moko, didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Teguh Arief Indrat Moko mengungkapkan bahwa gagasan mulia ini muncul dari sebuah pertemuan sederhana. Saat masih menjabat sebagai menteri, Presiden Prabowo melihat seorang pengayuh becak berusia sekitar 70 tahun yang tampak kelelahan mengayuh becak manual. Momen tersebut menjadi titik balik kepedulian.
“Dengan becak listrik ini, para pengayuh becak akan lebih terbantu. Operasionalnya minim, lebih ringan digunakan, ramah lingkungan, dan sangat cocok untuk kawasan wisata,” kata Teguh.
Inisiatif ini pun kini bergulir masif. Hingga saat ini, sudah 3.000 unit becak listrik telah dibagikan ke berbagai daerah. GSN menargetkan 10.000 unit tahun ini, dan meningkat menjadi 30.000 unit pada 2026, mengingat banyaknya kota, terutama daerah pinggiran, yang masih mengandalkan becak sebagai moda transportasi, sementara para pengemudinya rata-rata sudah lanjut usia.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjelaskan bahwa dari 280 unit bantuan yang diterima, 100 unit disalurkan di Banyumas, 100 unit di Purwokerto, dan 80 unit di Sokaraja. Untuk sementara, penerima diprioritaskan bagi pengayuh becak yang sudah lanjut usia, sebuah kebijakan yang sangat menempatkan nilai kemanusiaan di atas segalanya.
Bupati Sadewo juga menyampaikan target besar Presiden Prabowo untuk masa depan, yaitu secara bertahap seluruh pengayuh becak di Indonesia yang berjumlah sekitar 80 ribu orang akan mendapat bantuan serupa.
Namun, di tengah suasana penuh syukur, Bupati Sadewo memberikan pesan yang tegas. Beliau meminta agar para penerima menjaga becak listrik dengan baik dan tidak memindah tangankan bantuan tersebut.
“Jangan dijual. Itu dilarang!” kata Sadewo.
Di samping becak listrik, Presiden Prabowo juga menyalurkan bantuan humanis lainnya di Banyumas, berupa 21 kacamata AI untuk penyandang disabilitas, tablet pintar kepada 6 sekolah dasar, dan 101 sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Serangkaian bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan dan martabat hidup masyarakat kecil.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







