Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Di Tengah Rob yang Tak Pernah Pergi, Ada Harapan Baru Warga Sayung dari Energi Surya
BeritaJateng

Di Tengah Rob yang Tak Pernah Pergi, Ada Harapan Baru Warga Sayung dari Energi Surya

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 2 Januari 2026 13:02
Nestya Zahra
Membagikan
Energi Surya Sayung
Pompa Air Tenaga Surya (PATS) Energi Surya di Dukuh Lengkong, menjadi solusi alternatif yang lebih hemat energi dan berkelanjutan untuk mengatasi genangan air rob. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

DI TENGAH kepungan rob yang bertahun-tahun menghantui wilayah pesisir Sayung, Kabupaten Demak, secercah harapan baru muncul menjelang akhir 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) Energi Surya di Dukuh Lengkong, Selasa (31/12/2025), sebagai solusi alternatif yang lebih hemat energi dan berkelanjutan untuk mengatasi genangan air rob.

Contents
  • Energi Surya, Minim Biaya Operasional
  • Jadi Model Penanganan Rob Berkelanjutan
  • Pemkab Demak Sambut Positif
  • Efisien dan Ramah Lingkungan

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Kehadiran PATS ini menandai perubahan pendekatan dalam penanganan rob yang selama ini bergantung pada pompa berbahan bakar minyak dan listrik konvensional.

“Pompa memang solusi awal, tetapi kita harus berpikir jangka panjang. Energi terbarukan adalah jawabannya,” ujar Ahmad Luthfi.

Energi Surya, Minim Biaya Operasional

Pompa air yang dipasang di Sayung bukan pompa konvensional. Sistem yang digunakan bersifat hibrid, memanfaatkan energi matahari atau energi surya sebagai sumber utama pada siang hari, dan otomatis beralih ke listrik PLN saat malam hari atau ketika cuaca mendung.

Baca juga  Social Action, Bukti Kepedulian Indonesia Power untuk Masyarakat

Puluhan panel surya menangkap sinar matahari dan mengonversinya menjadi energi listrik untuk menggerakkan pompa. Tentu saja dengan menggunakan energi surya, tak ada lagi suara mesin diesel, tanpa asap, dan tanpa konsumsi BBM yang selama ini menjadi beban anggaran.

Air dari genangan rob maupun saluran sungai dipompa dan dialirkan ke sistem pembuangan atau kolam penampung. Seluruh proses berjalan mengikuti ritme alam, aktif saat matahari bersinar dan beroperasi efisien sepanjang hari.

Energi Surya Jadi Harapan Baru Warga
Energi Surya Pesisir Sayung jadi harapan baru warga. (dok. Pemprov Jateng)

Jadi Model Penanganan Rob Berkelanjutan

Bagi Pemprov Jawa Tengah, PATS Sayung bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan model penanganan rob berbasis energi terbarukan. Ahmad Luthfi menyebut, konsep serupa akan dikembangkan untuk sektor lain seperti pertanian, perikanan, hingga perkantoran.

“Ini akan menjadi contoh. Tidak hanya untuk pengendalian rob, tetapi juga untuk pemanfaatan energi terbarukan di berbagai sektor,” katanya.

Pemkab Demak Sambut Positif

Bupati Demak Esti’anah menyambut baik kehadiran pompa tenaga surya tersebut. Ia menilai, selama ini pompa air sering terkendala biaya operasional, terutama kebutuhan BBM yang tinggi.

Baca juga  Banjir Sungai di Kuwarasan Kebumen Gerus Rumah Warga

“Pompa sebenarnya ada, tetapi biaya BBM-nya berat. Dengan memanfaatkan energi surya sebagia sumber listrik, ini menjadi solusi yang sangat efektif. Alhamdulillah, respons dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur sangat cepat,” ujarnya.

Ia berharap sistem PATS dapat direplikasi di titik-titik rawan rob lainnya di wilayah Demak agar penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara.

Efisien dan Ramah Lingkungan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menjelaskan, PATS Sayung dilengkapi dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 125 liter per detik.

“Operasional siang hari sepenuhnya menggunakan solar cell. Malam hari baru memakai listrik. Dari sisi biaya, memanfaatkan energi surya ini jauh lebih efisien,” katanya.

Jika menggunakan pompa berbahan bakar BBM, biaya operasional bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Dengan sistem tenaga surya, estimasi biaya listrik hanya sekitar Rp1,5 juta per bulan.

Pompa ini ditopang 74 panel surya berkapasitas 720 Watt peak per unit, dengan total daya mencapai 66 kiloWatt peak. Pekerjaan pembangunan dimulai pada 16 Oktober 2025 dan rampung pada 22 Desember 2025 atau selama 68 hari kalender.

Baca juga  Menguak Fakta Unik dan Menarik Kabupaten Banjarnegara, Dari Wisata Alam hingga Tradisi Rambut Gimbal

Di tengah ancaman rob yang belum sepenuhnya sirna, kehadiran pompa air yang memanfaatkan enegri surya di Sayung menjadi bukti bahwa menghadapi alam tidak selalu harus dengan biaya mahal, melainkan dengan inovasi, kolaborasi, dan keberanian mencoba solusi baru.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:Energi Suryagubernur jatengPesisir Sayungseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Libur Nataru Libur Nataru, 8,6 Juta Orang Serbu Jawa Tengah
Artikel Selanjutnya Stasiun Purwokerto Stasiun Purwokerto Dipadati 13.414 Penumpang Saat Libur Nataru
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?