Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Bertema Pernikahan Dini, Film Berbahasa Banyumasan “Judheg” Akan Diputar di JAFF 2025
BeritaRagam

Bertema Pernikahan Dini, Film Berbahasa Banyumasan “Judheg” Akan Diputar di JAFF 2025

Budi Pekerti
Terakhir diperbarui: 13 November 2025 14:43
Budi Pekerti
Membagikan
Film berbahasa Banyumasan "Judheg" akan tayang di JAFF 2025. (Foto :Dok Rekam Films)
Membagikan

Film Berbahasa Banyumasan  berjudul “Judheg”  yang mengangkat tema soal pernikahan dini, akan diputar  Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 tahun 2025. Film ini  akan berkompetisi   dalam program Indonesian Screen Awards, dijadwalkan tayang di Empire XXI, Yogyakarta, pada 3  desember jam 15.15 dan 4 Desember jam 21.30.

Sutradara Film Judheg, Misya Latief dalam keterangan pers, Kamis (13/11/2025) mengatakan film ini mencatat sejarah sebagai film panjang pertama dari Purbalingga atau Banyumas Raya yang menggunakan bahasa Banyumasan (Ngapak) sebagai bahasa utama “Ini  menjadi simbol kebanggaan terhadap bahasa ibu dan akar budaya lokal.Film ini juga melibatkan pemain dan kru yang seluruhnya berasal dari Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Banjarnegara,” terangnya.

Judheg Angkat Tema Pernikahan Dini

Judheg, yang dalam bahasa Indonesia berarti Penat dan judul internasionalnya Worn Out, mengangkat isu yang jarang disentuh secara mendalam: pernikahan dini, kemiskinan, dan kelelahan ibu muda dalam menjalani peran ganda sebagai istri, ibu, sekaligus tulang punggung keluarga. Kisah Tentang Tubuh, Luka, dan Keteguhan ibu usia belia

Baca juga  TMMD Sengkuyung IV Banjarnegara Ditutup, Jalan Baru Siap Dilalui Warga

Film berdurasi 117 menit ini berkisah tentang Warti (Darti Yatimah), seorang gadis 16 tahun yang telah menjadi ibu muda. Di tengah kemiskinan dan tekanan hidup, Warti berjuang menyusui bayinya, Cahyo (Adzfar AI Kautsar), meski stres dan gizi buruk membuat ASI-nya tak keluar. Sementara itu, suaminya Supri (Sigit Blewuk) justru larut dalam judi online dan kekerasan.

Dari balik tumpukan bulu mata palsu yang ia rangkai untuk bertahan hidup, Warti mencari kekuatan untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya: bertahan dalam rumah tangga beracun atau menyelamatkan diri dan anaknya.

Judheg menyoroti bagaimana tubuh perempuan merekam luka sosial dan emosional, tetapi juga menyimpan daya hidup yang luar biasa. Film ini menjadi potret getir tentang perempuan muda yang kehilangan masa remajanya, namun tetap berjuang memberi kehidupan terbaik bagi anaknya.

Judheg Diproduksi Rekam Films

Film itu  Rekam Film. Rumah produksi ini  berbasis di Depok yang didirikan oleh Yuda Kurniawan dan Misya Latief. Rekam Films dikenal lewat karya-karya dokumenter dan film fiksi yang berangkat dari realitas sosial, seperti “Balada Bala Sinema” (2017), “Nyanyian Akar Rumput” (2018), “Roda-Roda Nada” (2022), “Harmoni” (2024) dan lainnya.

Baca juga  Tunaikan Janji Kampanye, Bupati Banjarnegara Fokus Infrastruktur Jembatan dan Akses Vital

Tahun 2025 Rekam Films merilis film “Menuju Pelaminan” yang telah tayang serentak di bioskop pada 16 oktober yang lalu dan yang terbaru berjudul “Judheg” yang disutradarai oleh Misya Latief dan akan world premiere di Jogja NETPAC Asian Film Festival dan menjadi nominee Indonesian Screen Award.

 

 

 

TAG:film banyumasanpernikahan dini
Artikel Sebelumnya Perempuan diduga depresi di Desa Selabaya Kecamatan Kalimanah Purbalingga diamankan polisi. (Foto :Humas Polres Purbalingga) Perempuan Diduga Depresi di Purbalingga Mengamuk dan Bacok Tetangga
Artikel Selanjutnya Wayang kulit Wayang Kulit 30 Jam Nonstop dengan 23 Dalang Dipentaskan di Kediaman Ketua DPRD Jateng
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Cartoon Village Direja
BeritaPurbalingga

Cartoon Village Direja, Desa Kartun Pertama Indonesia Yang Jadi Magnet Wisata Baru di Purbalingga

Oleh Budi Pekerti
Bupati Fahmi
BeritaPurbalingga

Alun-alun Purbalingga Tetap Steril PKL, Bupati Fahmi Beri Solusi Ini

Oleh Budi Pekerti
Korupsi Lampu Suar
Berita

Kasus Korupsi Lampu Suar Rp1,2 Miliar di Cilacap, Empat Terdakwa Divonis 1 Tahun Penjara

Oleh Redaksi
Wijayakusuma FC
BeritaOlahraga

Wijayakusuma FC Lawan Gukiti, 29 November 2025

Oleh Djamal SG
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?