Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Tren Kasus HIV di Banjarnegara Naik, Mayoritas Tertular Lewat Hubungan Heteroseksual
BanjarnegaraBerita

Tren Kasus HIV di Banjarnegara Naik, Mayoritas Tertular Lewat Hubungan Heteroseksual

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 10 November 2025 15:47
Syarif TM
Membagikan
Kasus HIV
Graifk kasus HIV di Kabupaten Banjarnegara. (dok.DKK Banjarnegara)
Membagikan

KASUS HIV dan AIDS di Kabupaten Banjarnegara masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarnegara, sepanjang tahun 2025 tercatat 60 kasus HIV dan 11 kasus AIDS.

Contents
  • Kasus HIV Didominasi Laki-Laki
  • Edukasi dan Deteksi Dini Kasus HIV Terus Ditingkatkan

Meski jumlah tersebut masih di bawah 5 persen dari total penduduk dan dikategorikan rendah, tren peningkatan setiap tahun tetap menjadi peringatan penting bagi masyarakat.

Koordinator Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banjarnegara, Tri Prapto Kurniawan, mengatakan, peningkatan kasus HIV/AIDS sudah terlihat sejak tahun 2017 dan sempat mencapai puncaknya pada 2020 dan 2021.

“Pada 2020 tercatat 87 kasus AIDS, sedangkan pada 2021 ditemukan 83 kasus. Untuk HIV, trennya justru cenderung meningkat beberapa tahun terakhir, mencapai 61 kasus pada 2024 dan 60 kasus pada 2025,” katanya.

Menurut Tri, sebagian besar penderita yang ditemukan merupakan pendatang yang datang ke Banjarnegara dalam kondisi sudah memasuki fase lanjut penyakit.
“Rata-rata mereka datang sudah pada fase lanjut. Kebanyakan bukan warga asli, tapi pendatang,” ujarnya.

Baca juga  Tradisi Apit-Apitan di Desa Rawaheng, Bentuk Syukur dan Lestarikan Budaya

Kasus HIV Didominasi Laki-Laki

Sejak 2019, kasus HIV/AIDS di Banjarnegara paling banyak ditemukan pada kelompok laki-laki. Hal ini disebabkan meningkatnya kesadaran kaum pria untuk memeriksakan diri setelah memiliki riwayat perilaku berisiko.

“Banyak yang memiliki kebiasaan gonta-ganti pasangan atau berhubungan dengan pekerja seks. Mereka mulai sadar pentingnya pemeriksaan dan datang ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Hubungan Heteroseksual Jadi Jalur Utama Penularan

Dari sisi pola penularan, 72 persen kasus HIV di Banjarnegara ditularkan melalui hubungan heteroseksual, sementara kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) menyumbang sekitar 18 persen. Pada tahun 2019, kasus HIV di kelompok LSL bahkan sempat meningkat hingga tiga kali lipat.

Tri menegaskan bahwa saat ini seluruh Puskesmas di Banjarnegara sudah menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV serta infeksi menular seksual (IMS).
“Aksesnya mudah, tidak perlu keluar daerah. Pemeriksaan dan pengobatan juga tidak dikenakan biaya alias gratis,” tegasnya.

Edukasi dan Deteksi Dini Kasus HIV Terus Ditingkatkan

Untuk menekan angka penularan, Dinas Kesehatan terus memperkuat peran puskesmas, fasilitator sebaya, dan pendamping masyarakat dalam memberikan edukasi pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, kampanye deteksi dini terus digencarkan agar kasus bisa ditemukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi AIDS.

Baca juga  Perkuat Layanan Kesehatan, Rutan Banjarnegara Aktif dalam PPCP HIV

Tri juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip ABCDE dalam pencegahan HIV:

  • A (Abstinent): Menjaga diri dari hubungan seksual berisiko.
  • B (Be Faithful): Setia pada satu pasangan.
  • C (Condom): Menggunakan kondom saat berhubungan berisiko.
  • D (Don’t Use Drugs): Tidak memakai jarum suntik bergantian.
  • E (Education): Meningkatkan edukasi dan pemahaman tentang HIV/AIDS.

“Pemeriksaan itu mudah, pengobatan tersedia, dan semuanya gratis. Yang penting adalah kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini agar tidak terlambat,” pungkas Tri.

TAG:Dinas Kesehatan BanjarnegaraHIV Banjarnegarakasus AIDSpenularan HIV heteroseksual
Artikel Sebelumnya pejuang Banjarnegara Pejuang Banjarnegara Ini Pendekar Silat dan Guru Jenderal Soedirman
Artikel Selanjutnya Banjir Menerjang! Luapan Sungai Cimeneng Rendam Permukiman Warga Bantarsari Banjir Menerjang! Luapan Sungai Cimeneng Rendam Permukiman Warga Bantarsari
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?