Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Gubernur Bidik Investasi Global, Perumahan Hijau Jadi Arah Baru Pembangunan di Jateng
BeritaJateng

Gubernur Bidik Investasi Global, Perumahan Hijau Jadi Arah Baru Pembangunan di Jateng

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 13 Januari 2026 12:14
Nestya Zahra
Membagikan
Perumahan Hijau
Gubernur Jateng saat dimulainya pembangunan perumahan hijau (ground breaking) Cluster Sakalint Green Residential di kawasan Grandia Metropolis, Kota Semarang, Selasa (13/1/2026).
Membagikan

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menempatkan sektor perumahan hijau sebagai salah satu strategi utama dalam mendorong transisi ekonomi berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi nasional maupun investasi global.

Contents
  • Perumahan Hijau Jadi Solusi Pengelolaan Sampah
  • Dorong Energi Terbarukan dan Minat Investor Internasional

Menurutnya, pengembangan perumahan berkonsep ramah lingkungan tidak hanya berkaitan dengan isu ekologi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan daya saing daerah di tengah pergeseran ekonomi dunia menuju green economy.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri sekaligus menandai dimulainya pembangunan (ground breaking) Cluster Sakalint Green Residential di kawasan Grandia Metropolis, Kota Semarang, Selasa (13/1/2026).

Sektor perumahan memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk transisi ekonomi hijau, karena hal ini langsung bersentuhan dengan pola hidup masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga hingga pemanfaatan energi terbarukan.

“Ke depan, Jawa Tengah harus bergerak menuju ekonomi hijau dan energi terbarukan. Perubahan paling efektif dimulai dari rumah dan kawasan permukiman,” ujar Luthfi.

Ia mengungkapkan, kebutuhan hunian di Jawa Tengah saat ini masih mencapai sekitar 1,37 juta unit. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi investor dan pengembang, sekaligus tantangan untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya layak huni, tetapi juga berkelanjutan.

Baca juga  DPRD Jawa Tengah Desak Pengusaha Jamin Keamanan Pangan dan Obat

“Kebutuhan rumah kita masih sangat besar. Namun yang kami dorong bukan sekadar jumlah, melainkan kualitas hunian yang sehat dan ramah lingkungan,” katanya.

Perumahan Hijau Jadi Solusi Pengelolaan Sampah

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang menjadi salah satu fokus kebijakan Pemprov Jawa Tengah hingga 2029. Ia menilai, pengolahan sampah tidak cukup hanya mengandalkan sistem regional, tetapi harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

“Pengelolaan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari rumah. Karena itu, konsep perumahan hijau menjadi sangat relevan dalam menjawab persoalan lingkungan,” katanya.

Cluster Sakalint Green Residential merupakan proyek pengembangan tahap kelima Grandia Metropolis yang digarap The Grandia Group. Selama ini, pengembang tersebut telah mengembangkan sejumlah kawasan hunian komersial di Kota Semarang, seperti Ketileng, Sendangmulyo, dan Ngaliyan, dengan total luasan pengembangan mencapai sekitar 40 hektare.

Menariknya, Cluster Sakalint menjadi perumahan pertama di Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan PT Jateng Petro Energy (JPEN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga  OM Lorenza Ajak Masyarakat Banjarnegara Bernostalgia

Gubernur menilai sinergi antara pengembang swasta dan BUMD tersebut sebagai contoh konkret kolaborasi pembangunan daerah dalam mendukung perumahan hijau, khususnya dalam mendukung kebijakan energi dan lingkungan.

“Kami mendukung penuh terobosan seperti perumahan hijau ini. Kolaborasi pengembang dengan BUMD penting agar kebijakan energi dan lingkungan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Dorong Energi Terbarukan dan Minat Investor Internasional

Ahmad Luthfi juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan permukiman, seperti penggunaan gas bumi dan panel surya. Ia menyebut, Jawa Tengah memiliki kapasitas industri panel surya yang besar, namun pemanfaatannya di tingkat lokal masih perlu dipercepat.

“Jika perumahan mulai memprioritaskan energi terbarukan, Jawa Tengah akan menjadi sorotan dan daya tarik investasi internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur The Grandia Group, Aurelia Ines Megaputri, menyampaikan bahwa pembangunan Cluster Sakalint menjadi momentum penting bagi perusahaan yang tahun ini memasuki usia ke-7, khususnya dalam membangun perumahan hijau.

“Kehadiran Bapak Gubernur menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam pengembangan hunian berkelanjutan,” katanya.

Baca juga  Izin Tambang di Wilayah Jateng Akan Dikaji Ulang Demi Lindungi Hutan

Aurelia menjelaskan, konsep green living diterapkan tidak hanya pada desain rumah, tetapi juga pada infrastruktur kawasan, salah satunya melalui penggunaan sistem kabel bawah tanah untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan aman.

“Seluruh instalasi kabel ditempatkan di bawah tanah sehingga tidak ada kabel bergelantungan. Ini bagian dari komitmen kami terhadap hunian yang rapi dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Jateng Petro Energy merupakan bentuk dukungan nyata terhadap transisi energi di sektor perumahan.

“Kami ingin menjadi pionir hunian green residential, tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga secara nasional. Dukungan pemerintah dan mitra menjadi kunci utama,” ujarnya.

Seiring dengan proyek tersebut, tren perumahan hijau berkonsep green living di Jawa Tengah dinilai terus berkembang. Sejumlah pengembang mulai menerapkan standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) melalui inovasi material, desain bangunan, efisiensi energi, pengelolaan air, serta manajemen sampah berbasis kawasan.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:ahmad luthfigubernur jatengPerumahan Hijauseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Cilacap Bukan Hanya Wisata, Ini Alasan Cilacap Cocok Jika Dijadikan Lokasi Produksi Film
Artikel Selanjutnya Telaga kumpe 7 Alasan Mengapa Telaga Kumpe Gununglurah Banyumas Masih Worth It untuk Dikunjungi di Tahun 2026
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Angin kencang
JatengKebumen

Angin Kencang Bikin Bagian Sebuah Rumah di Buayan Kebumen Roboh

Oleh Djamal SG
jasad
Jateng

Jasad Warga Ditemukan Mengapung di Waduk Wadaslintang Wonosobo

Oleh Djamal SG
Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?