Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap mencatat capaian signifikan dalam upaya pemberantasan narkotika sepanjang tahun 2025. Sebanyak 99 kasus tindak pidana narkoba berhasil diungkap di wilayah Kabupaten Cilacap dan Kebumen, dengan total 134 tersangka diamankan.
Kepala BNNK Cilacap Kombes Pol Dr Rudi Hartono mengatakan, hasil tersebut menunjukkan bahwa peredaran gelap narkotika masih menjadi ancaman serius, terutama bagi kelompok usia produktif. Berdasarkan data BNNK, mayoritas tersangka yang terlibat berada pada rentang usia 16 hingga 30 tahun.
“Pemberantasan kami lakukan secara tegas, terukur, dan berkeadilan. Namun, tetap kami selaraskan dengan pencegahan dan rehabilitasi agar penanganan narkotika dilakukan secara komprehensif,” ujar Rudi dalam konferensi pers capaian akhir tahun 2025 di Ruang Rapat BNNK Cilacap, Rabu (24/12/2025).
Fokus Pemberantasan Narkoba
Di wilayah Kabupaten Cilacap, BNN berhasil mengungkap 70 kasus narkotika dengan 98 tersangka. Lima kecamatan dengan tingkat kerawanan tertinggi yakni Kesugihan, Cilacap Selatan, Majenang, Cilacap Tengah, dan Jeruklegi.
Barang bukti yang diamankan terbilang besar, meliputi 14.020 butir benzodiazepin, 1.535 klip sabu, 16 linting ganja, serta 21 klip tembakau sintetis. Berdasarkan latar belakang pekerjaan, tersangka didominasi buruh, wiraswasta, dan karyawan.
Sementara itu, di Kabupaten Kebumen terungkap 29 kasus dengan 36 tersangka. Barang bukti yang disita antara lain 1.874 butir benzodiazepin dan 111 klip sabu, dengan sebaran kasus tertinggi di Kecamatan Kebumen, Ayah, dan Rowokele.
Operasi Yustisi dan Asesmen Terpadu
Sepanjang 2025, BNN Cilacap menggelar 17 operasi yustisi bersama Polresta Cilacap, Bea Cukai, Subdenpom, dan Satpol PP. Operasi menyasar hunian privasi dan tempat hiburan malam yang dinilai rawan peredaran narkotika. Dari 326 orang yang diperiksa, 1 orang dinyatakan positif narkoba.
Selain itu, 27 tersangka menjalani asesmen terpadu. Hasilnya, 22 orang direkomendasikan rehabilitasi rawat inap dan 5 orang rehabilitasi rawat jalan. Asesmen ini menjadi instrumen penting agar penyalahguna mendapatkan penanganan yang proporsional dan mencegah pengulangan tindak pidana.
Bidang Pencegahan: Desa Bersinar hingga Edukasi Masif
Di bidang pencegahan, BNN Cilacap memperkuat ketahanan masyarakat melalui pembentukan 6 Desa Bersinar (bersih dari narkoba) di Kecamatan Adipala. Sepanjang 2025, kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi dilakukan secara masif dengan menjangkau lebih dari 87 ribu peserta dari unsur masyarakat, pendidikan, serta instansi pemerintah dan swasta.
Edukasi juga diperluas melalui media elektronik, non-elektronik, media digital, hingga terobosan kreatif seperti BNN PECAH, SEDINA KARO BNN, dan SMS Blast. Hasilnya, Indeks Ketahanan Diri Remaja di Cilacap mencapai predikat sangat tinggi.
Pemberdayaan Masyarakat: Sekolah dan Industri Bersinar
Bidang Pemberdayaan Masyarakat mencatat pembentukan 13 Sekolah Bersinar dan 3 Industri Bersinar, termasuk di lingkungan PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap. Selain itu, 100 penggiat P4GN dibina sebagai perpanjangan tangan BNN di masyarakat.
Deteksi dini dilakukan melalui 35 kali tes urin dengan 4.198 peserta, yang menemukan 5 orang positif benzo dan langsung ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Atas capaian tersebut, Cilacap meraih predikat IKOTAN sangat tanggap dan IKP sangat mandiri.
Rehabilitasi Narkoba: Layanan Melampaui Target
Pada bidang rehabilitasi, BNN Cilacap melayani 43 klien rawat jalan atau 195 persen dari target, serta layanan rawat inap bekerja sama dengan RSUD Cilacap. Layanan pascarehabilitasi juga melampaui target dengan fokus pada kemandirian dan reintegrasi sosial klien.
BNN Cilacap turut menjangkau Warga Binaan Pemasyarakatan di 11 lapas dan rutan wilayah Nusakambangan, Cilacap, dan Kebumen. Indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan rehabilitasi pun meraih predikat sangat baik.
Sinergi dan Kehumasan
Sepanjang 2025, BNN Cilacap menandatangani 36 perjanjian kerja sama lintas sektor guna memperkuat P4GN. Di bidang kehumasan, ribuan konten edukasi disebarkan melalui media sosial dan kanal digital, termasuk layanan Bot WhatsApp SIBOCIL untuk mempermudah akses informasi masyarakat.
BNN Cilacap menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan intensitas pemberantasan narkotika seiring dengan penguatan pencegahan dan rehabilitasi.
“Saling mengingatkan kalau ada orang terdekat mempunyai perilaku yang aneh segera dilaporkan ke BNN Kabupaten Cilacap atau pihak yang berwajib,” pungkasnya.








