Desa Wisata Salebu Cilacap: Belajar Memahat Wayang dan Sapu Ijuk

Kurnia
Belajar memahat wayang dan pembuatan sapu ijuk menjadi paket wisata yang ada di Desa Salebu, Majenang, Cilacap. (Foto: TikTok @desawisata.salebu)

Tren pariwisata kini mulai bergeser dari sekadar kunjungan visual menuju pengalaman yang lebih bermakna atau experience tourism. Menjawab kebutuhan tersebut, Desa Wisata Salebu yang terletak di Kecamatan Majenang kini hadir sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Cilacap.

Desa ini menawarkan kombinasi langka antara workshop kerajinan tangan, jejak sejarah Perang Diponegoro, hingga fenomena purba yang unik.

Melalui paket wisata bertajuk “Eksplor Dua Budaya”, Salebu mengundang wisatawan untuk menyelami kearifan lokal yang telah terjaga selama ratusan tahun, sekaligus mengenal akar sejarah yang membentang hingga abad ke-6.

Terlebih, Desa Salebu sudah masuk jajaran 19 Desa Wisata yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap pada 2025 lalu.

Menyusuri Jejak Sejarah “Lebu” dan Budaya Sunda Badeolan

Nama “Salebu” sendiri memiliki latar belakang historis yang mendalam. Berdasarkan catatan sejarah setempat, pada masa Perang Diponegoro (1825–1830), pemukiman penduduk di wilayah ini pernah terbakar habis hingga menjadi debu atau “lebu”.

Baca juga  Razia Pekat Jelang Ramadan di Cilacap, 15 Pasangan Tak Sah Diamankan

Peristiwa tragis ini kemudian diabadikan oleh Ki Hajar Sakti, seorang keturunan trah Dayeuh Luhur, menjadi nama desa sebagai pengingat bagi generasi mendatang.

Selain sejarah perjuangannya, Salebu merupakan titik temu peradaban yang unik. Meski berada di Jawa Tengah, masyarakatnya sangat kental dengan pengaruh budaya Sunda.

Mereka menggunakan dialek Sunda Badeolan, yaitu ragam bahasa Sunda tanpa tingkatan kasar-halus. Fenomena ini menjadikannya salah satu desa dengan identitas linguistik paling menarik di perbatasan.

Gamelan Batu: Ikon Purba yang Tersembunyi

Salah satu daya tarik yang membedakan Desa Wisata Salebu dengan destinasi lain adalah keberadaan Gamelan Batu. Penemuan formasi bebatuan alami di area perbukitan desa ini sempat viral karena kemampuannya menghasilkan bunyi nyaring menyerupai alat musik gamelan saat dipukul.

Keunikan geologi ini sering dikaitkan dengan situs Gunung Padang yang ada di Salebu, yang menyimpan berbagai artefak batu seperti Batu Ranjang dan patung sapi peninggalan zaman Hindu.

Bagi pencinta sejarah, keberadaan situs ini memperkuat posisi Salebu sebagai destinasi wisata edukasi arkeologi yang penting di Kabupaten Cilacap.

Baca juga  Bukan Hanya Wisata, Ini Alasan Cilacap Cocok Jika Dijadikan Lokasi Produksi Film

Workshop Edukasi: Belajar Memahat Wayang dan Sapu Ijuk

Sebagai inti dari paket wisatanya, pengunjung diajak untuk tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat langsung dalam ekonomi kreatif warga:

– Seni Pahat Wayang Kulit: Wisatawan dapat belajar teknik dasar menatah (memahat) kulit bersama maestro lokal, sembari mendengarkan kisah-kisah pewayangan yang menjadi bagian dari trah kebangsawanan masa lalu.

– Kerajinan Sapu Ijuk: Menjadi sentra produksi yang ikonik, di sini pengunjung diajak merangkai serat pohon aren menjadi alat kebersihan tradisional yang dikenal awet dan berkualitas tinggi.

– Eksplorasi Alam: Seluruh kegiatan ini dibalut dengan suasana asri Persawahan Nagaweru yang memberikan ketenangan khas pedesaan.

Fasilitas Paket Wisata

Untuk menikmati seluruh pengalaman ini, pengelola menawarkan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp 125.000 per orang (untuk paket individu 1-2 orang). Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas:

-Pemandu lokal yang informatif mengenai sejarah dan budaya.

-Transportasi lokal menuju lokasi-lokasi kerajinan.

-Snack khas pedesaan dan makan siang.

Desa Salebu Destinasi Ideal bagi Keluarga dan Sekolah

Destinasi ini sangat ideal bagi keluarga, sekolah, maupun komunitas yang ingin mencari alternatif liburan yang mengedukasi.

Baca juga  Persibat vs Wijayakusuma FC: Adu Taji 2 Pemain Kunci

Perjalanan ke Desa Wisata Salebu adalah perjalanan melintasi waktu, di mana debu sejarah masa lalu kini bersinergi dengan kreativitas modern masyarakatnya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG: