Hadapi Arus Lebaran 2026, KAI Benahi Total Peron dan Fasilitas Stasiun Maos

Faiz Ardani
Revitalisasi Stasiun Maos, Kabupaten Cilacap. Peron ditinggikan, diperpanjang, hingga fasilitas dalam stasiun dipercantik. (Daop 5).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto tancap gas memperkuat layanan jelang Angkutan Lebaran 2026. Salah satu proyek strategis yang kini dikerjakan adalah pembenahan menyeluruh di Stasiun Maos, Kabupaten Cilacap.

Stasiun yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di wilayah barat Cilacap itu kini tampil berbenah. Peron ditinggikan agar sejajar dengan lantai kereta, sekaligus diperpanjang untuk mengakomodasi rangkaian yang lebih panjang. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas penunjang di dalam area stasiun juga ikut diperbarui demi menunjang kenyamanan penumpang.

Langkah ini dilakukan bukan sekadar pembaruan fisik. KAI menargetkan peningkatan standar pelayanan, terutama dalam aspek keselamatan dan kemudahan akses naik-turun penumpang. Dengan peron yang lebih tinggi dan panjang, risiko celah saat boarding dapat diminimalkan, sekaligus memperlancar arus penumpang saat jam sibuk.

 

Peron Dipanjangkan Hampir Dua Kali Lipat

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan pekerjaan utama meliputi peninggian dua peron agar sejajar dengan lantai kereta. Dengan begitu, penumpang lebih mudah naik-turun tanpa celah yang berisiko.

Baca juga  Update Longsor Majenang! Tim SAR Temukan 3 Korban, Total 6 Sudah Dievakuasi

Tak hanya itu, panjang peron juga ditambah signifikan dari semula 135 meter menjadi 296 meter. Perpanjangan ini memungkinkan stasiun melayani rangkaian kereta yang lebih panjang.

“Peningkatan fasilitas ini bertujuan memperkuat aspek keselamatan sekaligus memberikan kemudahan akses bagi pelanggan, termasuk lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” ujar As’ad, Sabtu (21/2/2026).

 

Kanopi Diperluas, Musala dan Lantai Diperbarui

Pembenahan tak berhenti di peron. Area overcapping atau kanopi diperpanjang agar penumpang terlindungi dari panas dan hujan. Atap dan lantai stasiun juga diperbarui, termasuk penggantian keramik dengan granit agar lebih kokoh dan modern. Musala pun ikut direvitalisasi supaya lebih representatif dan nyaman digunakan.

KAI menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir Februari 2026. Meski ada potensi ketidaknyamanan selama proses pengerjaan, pihaknya memastikan pelayanan tetap berjalan normal dan keselamatan menjadi prioritas utama.

Sepanjang 2025, Stasiun Maos mencatat rata-rata 8.600 penumpang berangkat dan 8.100 penumpang tiba setiap bulan. Stasiun ini melayani berbagai relasi strategis seperti Cilacap, Purwokerto, Bandung, Jakarta, Solo, Surabaya hingga Banyuwangi, dengan pilihan kelas ekonomi dan eksekutif.

Baca juga  Masa Ramadan: Ini Jam Kerja ASN Kebumen

Dengan wajah baru dan fasilitas yang lebih modern, KAI optimistis Stasiun Maos akan semakin menjadi simpul transportasi andalan masyarakat Cilacap dan sekitarnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!