Lanal Cilacap Edukasi Nelayan Soal Hukum Laut Nasional. TNI Angkatan Laut kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah maritim Indonesia, khususnya kawasan pesisir Cilacap. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Hukum Laut Nasional yang digelar di TPI Mina Mandiri Pantai, Kesugihan, Cilacap, pada Selasa (18/11/2025).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta dari kelompok nelayan setempat tersebut menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir terkait aturan hukum saat melaut, perizinan kapal, navigasi aman, hingga batas penangkapan ikan di wilayah perairan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi, S.A.P., M.Tr.Opsla, Paban III Bintah/Wilmar STERAL Kolonel Marinir S. B. Manurung, perwakilan KSOP Cilacap Ahmad Zaini, S.E., M.Mar, serta sejumlah pejabat TNI AL lainnya.

Komandan Lanal Cilacap Apresiasi Dukungan Pusat
Dalam sambutannya, Komandan Lanal Cilacap menyampaikan apresiasi atas dukungan STERAL Jakarta dan KSOP Cilacap yang hadir untuk memberikan pemahaman langsung kepada nelayan. Ia menegaskan bahwa tugas penegakan hukum laut telah diamanatkan dalam Undang–Undang Nomor 34 Tahun 2024 tentang TNI.
“Saya mengharapkan kepada seluruh hadirin agar memanfaatkan kegiatan sosialisasi ini serta menyimak dan memahami apa yang akan disampaikan,” ujar Kolonel Denny.
Ia menekankan bahwa wilayah laut Cilacap memiliki kekayaan sumber daya yang besar sehingga peran nelayan menjadi sangat vital dalam menjaga keberlanjutannya.

Lanal Sosialisasikan Pelanggaran Hukum
Namun, tantangan potensi pelanggaran hukum masih ada, baik karena kelalaian maupun kurangnya pemahaman aturan kelautan. Karena itu, sosialisasi ini dianggap strategis untuk:
- Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat nelayan
- Memberikan pemahaman aturan pelayaran & keselamatan
- Mencegah praktik illegal fishing yang merusak ekosistem laut
- Memperkuat sinergitas antara TNI AL, pemerintah daerah, dan nelayan
“Marilah kita jadikan laut sebagai sumber kehidupan yang lestari dengan mematuhi setiap aturan demi masa depan anak cucu kita,” tuturnya.

Sosialisasi ini juga disertai sesi tanya jawab, pemberian bantuan simbolis kepada Rukun Nelayan Menganti, serta foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Sosialisasi difokuskan pada pencegahan risiko kecelakaan laut, pelarangan alat tangkap yang merusak, hingga penegasan area yang dilarang untuk penebaran jaring.
Melalui kegiatan ini, TNI AL kembali memastikan bahwa negara hadir menjaga hak dan keselamatan nelayan, sekaligus menumbuhkan budaya tertib hukum demi terciptanya lingkungan maritim yang aman, produktif, dan berkelanjutan.





