Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah. Tak main-main, tinggi gelombang diprediksi bisa mencapai 4 meter.
Peringatan ini berlaku mulai hari ini, 1 Januari hingga 4 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Daftar Wilayah Terdampak
BMKG membagi tingkat kerawanan gelombang di wilayah perairan selatan Jawa Tengah menjadi dua kategori:
1. Area Gelombang Tinggi (2.5 – 4.0 Meter)
- Perairan Cilacap
- Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah
2. Area Gelombang Sedang (1.25 – 2.5 Meter)
- Perairan Kebumen
- Perairan Purworejo
- Kondisi Cuaca dan Angin
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa kondisi sinoptik menunjukkan potensi cuaca berawan hingga hujan ringan-sedang.
“Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot,” tulis keterangan resmi BMKG tersebut, dikutip Kamis (1/1/2026).
Saran Keselamatan untuk Pelayaran
Mengingat tingginya risiko kecelakaan laut, BMKG memberikan panduan keselamatan bagi para pengguna moda transportasi laut:
- Perahu Nelayan: Harap waspada jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.
- Kapal Tongkang: Berisiko tinggi jika angin mencapai 16 knot dan gelombang di atas 1.5 meter.
- Kapal Ferry: Diminta berhati-hati jika kecepatan angin menembus 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.
Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada dan terus memantau pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







