Pemerintah Kabupaten Cilacap resmi menetapkan 19 desa sebagai desa wisata setelah melalui proses evaluasi dan verifikasi lapangan yang panjang. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mewanti-wanti agar desa-desa tersebut tidak sekadar meniru (copy-paste) destinasi lain yang sudah ada.
Penetapan ini ditandai dengan penyerahan Keputusan Bupati tentang Desa Wisata di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati Cilacap, Senin (29/12/2025). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap desa memiliki komitmen kuat dalam mengelola potensi lokalnya.
“Menetapkan desa wisata itu mudah, tetapi mengelolanya butuh komitmen. Desa harus berani berinovasi dan menggali potensi lokal, bukan sekadar meniru daerah lain,” tegas Syamsul.
Evaluasi Ketat: 5 Desa Mundur
Kepala Disparpora Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, menjelaskan bahwa penataan ini merupakan hasil seleksi ketat terhadap 30 desa wisata yang sudah terdaftar sebelumnya. Evaluasi dilakukan sejak awal tahun 2025 karena banyaknya desa yang dianggap tidak aktif dan kurang promosi.
“Hasil evaluasi, lima desa wisata menyatakan mengundurkan diri, sementara 25 desa lainnya melakukan reorganisasi pengelolaan dan pendampingan,” kata Budi.
Setelah melalui verifikasi dokumen dan lapangan bersama praktisi serta akademisi Politeknik Negeri Cilacap, terpilihlah 19 desa yang dinilai paling siap.
Daftar Lengkap 19 Desa Wisata Cilacap
Berikut adalah daftar 19 desa yang resmi menyandang status desa wisata berdasarkan hasil penilaian terbaru:
Kategori Desa Wisata Maju:
1. Desa Jetis (Kecamatan Nusawungu)
2. Desa Karangmangu (Kecamatan Kroya)
Kategori Desa Wisata Berkembang:
3. Desa Sindangbarang (Kecamatan Karangpucung)
4. Desa Tambaksari (Kecamatan Wanareja)
5. Desa Pesanggrahan (Kecamatan Kroya)
6. Desa Gentasari (Kecamatan Kroya)
Daftar Desa Wisata Lainnya:
7. Desa Widarapayung Wetan
8. Desa Welahan Wetan
9. Desa Karanggedang
10. Desa Bojongsari
11. Desa Bunton
12. Desa Sadahayu
13. Desa Sumpinghayu
14. Desa Kamulyan
15. Desa Cipari
16. Desa Salebu
17. Desa Pesahangan
18. Desa Panisihan
19. Desa Tayem Timur
Janji Dukungan Anggaran
Bupati Syamsul menyadari tantangan infrastruktur masih menjadi kendala utama di lapangan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten siap pasang badan bagi desa yang benar-benar serius berkembang.
“Desa yang serius kita dorong, termasuk melalui dukungan anggaran jika memungkinkan. Targetnya desa wisata benar-benar menjadi motor ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta desa memaksimalkan promosi digital dengan menggandeng konten kreator untuk mempopulerkan ikon khas seperti Nusakambangan, Kampung Laut, hingga Gunung Srandil.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







