Ngeri! Tubuh Pria Tanpa Identitas Terbelah Usai Tertemper KA Pasundan di Cilacap

Faiz Ardani
Petugas saat evakuasi pria tanpa identitas tertemper KA Pasundan di Jeruklegi Cilacap. (Humas Polresta Cilacap).

Ngeri! Tubuh Pria Tanpa Identitas Terbelah Usai Tertemper KA di Cilacap. Peristiwa tragis kembali terjadi di jalur rel kereta api Cilacap. Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) Pasundan relasi Surabaya–Bandung pada Senin (24/11/2025) siang. Insiden maut ini berlangsung di sekitar emplasemen Stasiun Jeruklegi, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Tubuh
Petugas evakuasi korban tertemper kereta api di Jeruklegi Cilacap. (Humas Polresta Cilacap).

Tubuh Pria Tertemper KA di JPL 454

Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, insiden itu terjadi sekitar pukul 12.50 WIB di JPL 454 Km 376+6/7. “Korban diperkirakan berusia dewasa, berjenis kelamin laki-laki, tinggi sekitar 160 sentimeter, mengenakan kaos dan celana pendek jeans biru. Sayangnya, tidak ditemukan identitas apa pun pada tubuhnya,” jelas Ipda Galih.

Tubuh
Petugas saat evakuasi pria tanpa identitas tertemper KA Pasundan di Jeruklegi Cilacap. (Humas Polresta Cilacap).

Tubuh Pria Terseret KA 100 Meter Hingga Tubuh Terbelah

Dua petugas pengawas jalur, Ngajino (45) dan Faisal Anggun (29), menjadi saksi kunci. Mereka melihat korban tiba-tiba berlari ke arah rel saat KA Pasundan melintas menuju Bandung. “Tiba-tiba ada seorang laki-laki lari menuju jalur lintasan KA dan kemudian tertemper KA Pasundan yang sedang melintas,” ungkap Ipda Galih mengutip keterangan saksi.

Baca juga  Anggit Didapuk jadi Ketua DPC PDIP Cilacap

Benturan keras membuat tubuh korban terseret sekitar 100 meter, menyebabkan bagian tubuh terpotong dan kepala pecah. Kereta pun sempat berhenti di Stasiun Jeruklegi untuk proses pelaporan sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.

Tubuh
Petugas Evakuasi korban tertemper KA di Jeruklegi Cilacap. (Humas Polresta Cilacap).

Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan

Polisi menduga korban merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun, pihak kepolisian membuka kemungkinan bahwa korban adalah warga yang hilang tanpa diketahui keluarganya. Masyarakat diimbau melapor apabila merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa.

Koordinasi Pemakaman

Evakuasi dilakukan oleh Polresta Cilacap bersama Tim Inafis dan tenaga medis Puskesmas Jeruklegi I. Untuk pemulasaraan jenazah, petugas berkoordinasi dengan pemerintahan Desa Jeruklegi Wetan. “Berkoordinasi dengan pemerintah desa Jeruklegi Wetan untuk mengurus pemakaman korban di TPU Cikesur,” terang Ipda Galih.

Polresta Cilacap kembali mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat berada di dekat rel kereta api dan segera menghubungi pihak berwajib apabila menemukan orang yang terlihat tidak stabil dan berpotensi membahayakan diri di area perlintasan. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya edukasi keselamatan dan pengamanan ketat di jalur kereta api.

Baca juga  Cilacap Jadi Pionir Uji Padi Biosalin 2, Solusi Tangguh untuk Lahan Salin