Wisata Lebaran di Cilacap Tembus 203 Ribu Pengunjung, Kota Lama Jadi Favorit

Faiz Ardani
Pengunjung memadati kawasan heritage tugu titik nol kilometer kota lama Cilacap. (Faiz Ardani).

Pergerakan wisatawan di Kabupaten Cilacap melonjak tajam selama libur Lebaran 2026. Sejumlah destinasi dipadati pengunjung, dengan total kunjungan yang telah menembus ratusan ribu orang dan masih berpotensi terus bertambah.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, menyampaikan bahwa hingga pertengahan proses pendataan, jumlah wisatawan tercatat mencapai 203.595 orang. Angka tersebut merupakan hasil rekap sementara dari 32 destinasi tempat wisata (DTW) yang tersebar di berbagai wilayah Cilacap.

 

Data Masih Sementara, Berpotensi Terus Bertambah

Budi menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil pendataan sejak 14 Maret 2026. Namun, belum semua pengelola destinasi wisata telah melaporkan data secara lengkap hingga 25 Maret.

“Jumlah ini masih bersifat sementara karena belum semua DTW menyampaikan laporan secara penuh. Pendataan akan terus kami lakukan hingga 5 April 2026,” ujar Budi, Kamis (26/2/2026).

Dengan masih berlangsungnya masa libur Lebaran terutama libur sekolah, jumlah kunjungan diprediksi akan terus meningkat, seiring tingginya minat masyarakat untuk berwisata bersama keluarga.

Baca juga  Goverment Auto Show 2025: Pameran Otomotif Siap Guncang Alun-Alun Cilacap

 

Kota Lama hingga Pantai Jadi Favorit

Dari data yang masuk, sejumlah destinasi tercatat menjadi tujuan utama wisatawan. Kawasan Kota Lama Cilacap menempati posisi teratas dengan jumlah kunjungan mencapai 56.550 orang.

Disusul Pantai Jetis yang dikenal dengan panorama pesisir selatannya dengan total 33.537 pengunjung, serta Pantai Indah Widarapayung yang mencatatkan 22.298 wisatawan.

Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan bahwa wisata berbasis alam dan kawasan heritage masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan selama libur Lebaran.

 

Dongkrak Ekonomi dan UMKM Lokal

Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran membawa dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata.

Pedagang makanan, penyedia jasa parkir, hingga pelaku usaha suvenir merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan dibanding hari biasa. Aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata pun tampak lebih hidup dengan ramainya transaksi dari para pengunjung.

Budi menambahkan, momentum ini menjadi peluang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama daerah.

Baca juga  Pagi Hari saat Ramadan di Pantai Widarapayung Cilacap, Destinasi Favorit Berkumpul Remaja Binangun

“Dengan meningkatnya kunjungan wisata, tentu berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar destinasi,” jelasnya.

Pemerintah daerah pun berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga pada momen libur lainnya, sehingga sektor pariwisata Cilacap semakin berkembang dan berdaya saing.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!