Jelang Lebaran, 8.000 Paket Sembako Senilai Rp 2 Miliar Disalurkan Baznas dan Pemrov Jateng

Nestya Zahra
GUbernur Jateng saat menyalurkan ribuan paket sembako bersama Baznas Jateng. (dok. Pemprov Jateng)

MENJELANG Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menyalurkan sebanyak 8.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersebut memiliki total nilai sekitar Rp2 miliar. Program paket sembako ini menyasar kelompok masyarakat kecil seperti pedagang kaki lima, tukang parkir, penyapu jalan, hingga marbot masjid sebagai upaya membantu kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Sebanyak 600 paket sembako diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, didampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno serta Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji.

Penerima bantuan paket sembako terdiri dari pedagang kaki lima, tukang parkir, penyapu jalan, pengelola panti asuhan, hingga marbot masjid dan musala yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lingkungan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Program Sosial Ramadan, Paket Sembako untuk Ringankan Beban Warga

Ketua Baznas Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, menjelaskan bahwa penyaluran paket sembako tersebut merupakan bagian dari program sosial selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Dimana program paket sembako ini bertujuan agar masyarakat yang membutuhkan juga dapat merasakan kebahagiaan dalam menyambut Hari Raya.

Baca juga  Lapas Nirbaya Komitmen Dukung Penguatan Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Kinerja

“Karena sudah mendekati Lebaran, agar semua orang bisa ikut bergembira menyambut hari raya. Ada ide dari Gubernur Jawa Tengah agar teman-teman yang kesulitan kita bantu dengan sembako. Hari ini kami menyalurkan 600 paket,” ujar Darodji.

Ia menambahkan, bantuan tersebut mendapat sambutan antusias dari para penerima manfaat. Banyak di antara mereka yang merasa terbantu karena kebutuhan pokok menjelang Lebaran dapat sedikit terpenuhi.

Gubernur Ingin Perkuat Kedekatan Pemerintah dengan Masyarakat

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program pembagian sembako ini tidak hanya sekadar bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus hadir dan dekat dengan warga, terutama mereka yang bekerja di sektor informal. “Kegiatan ini untuk menciptakan social bonding antara pemerintah dengan masyarakat,” kata Luthfi.

Ia juga telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah untuk melakukan kegiatan serupa di sekitar kantor masing-masing.

Bantuan Disambut Antusias Warga

Beberapa OPD bahkan telah lebih dulu menyalurkan bantuan kepada masyarakat di berbagai wilayah. Di antaranya Dinas Pertanian dan Peternakan yang memberikan bantuan kepada supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, penjaga makam, hingga para janda di wilayah Ungaran dan Banyumanik.

Baca juga  Balap Liar, 34 Remaja Diamankan oleh Aparat Polres Kebumen

Sunadi, seorang penyapu jalan yang bertugas di kawasan Jalan Dr. Sutomo hingga Menteri Supeno di Semarang, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, senang dan sangat membantu. Bisa buat Lebaran,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Maryanto, pedagang kerupuk asal Sragen yang sehari-hari berjualan di Semarang. Ia mengatakan paket sembako yang diterimanya akan dibawa pulang untuk keluarganya. “Ini sangat bermanfaat. Saya bawa pulang untuk keluarga,” katanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.