Mandiri Jogja Marathon 2026 Dinilai Efektif Dongkrak Ekonomi, Ahmad Luthfi Minta Kalender Event Terintegrasi

Nestya Zahra
Gubernur Luthfi saat mengikuti Jogja Marathon 2026. (dok. Pemprov Jateng)

KEBERHASILAN penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon 2026 menjadi bukti nyata bahwa event olahraga mampu menjadi penggerak sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melihat tingginya antusiasme peserta dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah daerah memperbanyak penyelenggaraan kegiatan olahraga sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis sport tourism.

Menurut Luthfi, event olahraga berskala besar seperti Mandiri Jogja Marathon 2026 ini tidak hanya menghadirkan manfaat bagi dunia olahraga, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan wisatawan mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan kecil di sekitar lokasi kegiatan.

“Di Jawa Tengah semua daerah saya minta untuk memperbanyak event. Kalau perlu membuat kalender event bersama antar kabupaten/kota maupun provinsi yang saling berdekatan. Kolaborasi menjadi kunci pembangunan wilayah,” ujar Luthfi saat menghadiri Mandiri Jogja Marathon 2026 di kawasan Candi Prambanan, Minggu (21/6/2026).

Baca juga  Wujudkan Pelayanan Prima, Polres Banjarnegara Resmikan Gedung Baru Layanan SKCK dan Perizinan

Ajang lari tahunan yang digelar di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut kembali menarik ribuan peserta dari berbagai daerah. Selain menjadi kompetisi olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi destinasi wisata dan budaya yang efektif.

Mandiri Jogja Marathon Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Daerah

Dalam kegiatan Mandiri Jogja Marathon 2026 tersebut, Ahmad Luthfi tidak hanya hadir sebagai tamu undangan. Ia turut memberikan dukungan langsung kepada para peserta sejak pelepasan hingga menjelang garis finis.

Luthfi mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir saat melepas peserta kategori 10 kilometer. Di hadapan ribuan pelari, ia menyampaikan motivasi yang disambut meriah oleh peserta.

“Untuk peserta 10K, hidup adalah pelarian maka kita hari ini akan lari terus. Lari merupakan gaya hidup yang kita jalani bersama. Saya bangga hari ini ikut bersama rekan-rekan semua,” katanya.

Semangat yang sama juga ditunjukkan saat mengikuti kategori 5 kilometer. Sepanjang lintasan, ia beberapa kali memberikan dukungan kepada peserta yang berjuang menyelesaikan perlombaan.

Baca juga  40 Negara Ikuti Event IVCA 2026 di Candi Prambanan, Bisa Jadi Magnet Wisata Dunia

“Pelari mana suaranya. Semangat. Sebentar lagi finish,” serunya.

Menurut Luthfi, keberhasilan Mandiri Jogja Marathon menunjukkan bahwa event olahraga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, kegiatan semacam ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

“Pengembangan sport tourism harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat karena mampu menggerakkan sektor ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi wilayah,” ujarnya.

Kolaborasi Antarwilayah Jadi Kunci Pengembangan Event Berskala Nasional

Gubernur Jawa Tengah juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas daerah dalam penyelenggaraan event olahraga maupun pariwisata. Keberadaan Candi Prambanan yang berada di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai menjadi contoh sukses sinergi antardaerah dalam menciptakan daya tarik wisata.

Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu diperluas melalui penyusunan kalender event bersama yang terintegrasi antarwilayah. Dengan konsep itu, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan daerah penyelenggara, tetapi juga wilayah sekitar yang ikut menerima dampak kunjungan wisatawan.

Baca juga  Ribuan ASN Lari Pagi di Pati, Fun Run 5K KORPRI Jadi Aksi Solidaritas untuk Korban Bencana

Ia berharap semakin banyak daerah di Jawa Tengah yang mampu menghadirkan event olahraga berkualitas, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Melalui pengembangan sport tourism yang terencana dan berkelanjutan, kegiatan olahraga diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga instrumen pembangunan yang mampu memperkuat sektor pariwisata, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.