PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah memastikan seluruh armada dalam program Mudik Gratis dan Balik Rantau Gratis 2026 siap mengangkut para perantau pulang ke kampung halaman. Untuk mendukung kegiatan tersebut, 325 unit bus yang disiapkan telah melalui pemeriksaan administrasi, kelayakan kendaraan, hingga tes kesehatan awak bus guna menjamin perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan kesiapan armada dan kru telah dipastikan jauh sebelum hari keberangkatan.
“Pengemudi, kru bus, sampai armada telah siap dipakai untuk Mudik Gratis nanti, bus ini akan diberangkatkan ke Jakarta untuk menjemput para pemudik ke berbagia daerah melalui program mudik gratis ini,” katanya.
Program Mudik Gratis ini merupakan inisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk membantu para perantau kembali ke daerah asalnya saat Lebaran.
Bus Mudik Gratis Wajib Lolos KIR, Ramp Check, dan Dilengkapi Peralatan Keselamatan
Menurut Risturino, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah menetapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan otobus yang terlibat dalam program mudik gartis ini.
Setiap kendaraan yang ikut dalam program mudik gratis ini wajib memiliki izin operasi angkutan pariwisata dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kartu pengawasan yang masih berlaku, serta STNK dan pajak kendaraan yang aktif. Selain itu, seluruh armada juga diwajibkan telah melunasi iuran asuransi dari PT Jasa Raharja.
Dari sisi teknis, bus harus lulus uji kendaraan bermotor (KIR) serta ramp check untuk memastikan kendaraan benar-benar laik jalan selama masa angkutan Lebaran. Bus yang telah dinyatakan lolos inspeksi akan diberikan stiker khusus oleh petugas sebagai tanda telah memenuhi standar keselamatan.
Armada yang digunakan minimal keluaran tahun 2016 dengan kondisi mesin dan karoseri yang baik. Fasilitas penunjang seperti pendingin udara (AC) juga dipastikan berfungsi optimal demi kenyamanan penumpang.
Selain itu, setiap bus diwajibkan memiliki perlengkapan keselamatan seperti kotak P3K, alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca, hingga pintu darurat untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan.
Awak Bus Jalani Tes Kesehatan dan Tes Urine
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pengemudi dan kru bus. Mereka diwajibkan memiliki surat izin mengemudi (SIM) sesuai ketentuan, pengalaman minimal dua tahun, serta memahami rute perjalanan yang akan dilalui.
Tak hanya itu, kondisi kesehatan awak bus juga diperiksa secara ketat. Bahkan pada hari pemberangkatan akan dilakukan tes urine untuk memastikan pengemudi dan kru tidak terpengaruh narkoba maupun alkohol.
“Pada hari keberangkatan pukul 06.00 WIB juga akan dilakukan tes urine kepada pengemudi dan kru untuk memastikan mereka dalam kondisi aman,” kata Risturino.
325 Bus Berangkat dari TMII dan 23 Bus dari Bandung
Dalam program Mudik Gratis 2026, Pemprov Jateng menyiapkan dua moda transportasi darat, yakni bus dan kereta api.
Sebanyak 325 unit bus dengan kapasitas 16.186 penumpang akan diberangkatkan pada 16 Maret 2026 dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Masjid At-Tin di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta menuju 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Selain itu, sebanyak 23 unit bus dengan kapasitas 1.133 penumpang juga akan diberangkatkan dari Lanud Husein Sastranegara di Bandung.
Untuk moda kereta api, Pemprov Jateng menyediakan tiga rangkaian perjalanan dari Stasiun Pasar Senen menggunakan layanan KA Jaka Tingkir dan KA Tawang Jaya dengan total kapasitas 1.288 kursi serta satu rangkaian tambahan.

Mudik Gratis Bantu Perantau Pulang Kampung Tanpa Beban Biaya
Risturino mengatakan program Mudik Gratis ini menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap masyarakat perantau, khususnya yang bekerja di sektor informal di wilayah Jabodetabek.
Menurutnya, banyak peserta program ini merupakan pekerja nonformal yang memiliki keterbatasan biaya transportasi saat musim mudik.
“Dengan adanya program ini, mereka bisa pulang kampung dengan transportasi yang pasti, gratis, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia berharap melalui program ini para perantau dapat membawa pulang hasil kerja mereka secara utuh untuk keluarga di kampung halaman saat merayakan Lebaran.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




