SUASANA penuh haru menyelimuti ruang kelas SMK Mitra Karya Mandiri Kabupaten Brebes saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi siswa penerima program sekolah kemitraan.
Tangis seorang siswi bernama Valentina mendadak pecah ketika mendengar kisah masa kecil Ahmad Luthfi yang tumbuh dari keluarga petani dengan keterbatasan ekonomi.
Siswi kelas 10 asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes itu tampak tak kuasa menahan air mata saat gubernur memberikan motivasi kepada para siswa di dalam kelas.
Melihat Valentina menangis, Ahmad Luthfi langsung menghampiri dan menenangkannya. Dengan penuh kehangatan, ia meminta siswi tersebut maju ke depan kelas.
“Sudah, sudah, jangan nangis. Sini maju, dilap dulu air matanya pakai tisu,” ujar Ahmad Luthfi sambil memeluk Valentina layaknya seorang ayah.
Momen emosional tersebut membuat suasana kelas mendadak hening. Sejumlah guru dan siswa yang hadir tampak ikut terharu menyaksikan kejadian itu.
Ahmad Luthfi Beri Sepeda dan Semangat untuk Raih Cita-cita
Sebagai bentuk dukungan agar tetap semangat belajar, Ahmad Luthfi juga memberikan hadiah satu unit sepeda kepada Valentina.
Dengan mata berkaca-kaca, Valentina mengaku teringat perjuangan kedua orang tuanya. Ia bersyukur bisa melanjutkan pendidikan melalui program sekolah kemitraan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu.
“Saya ingat orang tua. Terima kasih Pak Gubernur sudah menyekolahkan saya di sini. Saya jadi lebih semangat belajar. Dulu tidak terbayang bisa sekolah di sini,” katanya.

Kebahagiaan serupa dirasakan Abio, siswa kelas 10 SMK Muhammadiyah Mangunsari. Ia mengaku tak menyangka saat Ahmad Luthfi secara langsung memakaikan sepatu baru kepadanya di depan teman-temannya.
“Kaget, nggak nyangka dipakaikan sepatu oleh Pak Gubernur. Saya cita-cita ingin jadi polisi. Senang bisa sekolah gratis selama tiga tahun,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi juga membagikan berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari sepatu, tas, hingga kebutuhan belajar lainnya kepada para siswa penerima manfaat.
Program Sekolah Gratis untuk Anak Kurang Mampu di Jawa Tengah
Menurut Ahmad Luthfi, program sekolah kemitraan merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menekan angka putus sekolah sekaligus mengurangi kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan sekolah negeri maupun swasta di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Hingga saat ini, sebanyak 139 sekolah telah bermitra dengan Pemprov Jawa Tengah dan hampir 5.000 anak memperoleh akses pendidikan gratis.
“Mereka kita biayai. Mulai pakaian, sepatu, buku, PKL, dan sebagainya. Semua gratis dari Pemprov Jateng. Tahun 2025 sekitar lima ribu anak putus sekolah atau anak kurang mampu kita sekolahkan gratis, dan tahun 2026 program ini terus dilanjutkan,” kata Ahmad Luthfi.
Di hadapan para siswa, ia juga berpesan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
“Saya ingin kalian tidak minder. Keterbatasan orang tua bukan berarti tidak mampu. Ilmu itu membawa pekerjaan, bukan pekerjaan yang membawa ilmu. Saya juga berasal dari keluarga sederhana dan ingin mengubah diri, orang tua, kampung, hingga negara,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



