Borobudur Diproyeksikan Jadi Pusat Aglomerasi Wisata, Tiga Destinasi Siap Terhubung

Syarif TM
Gubernur Ahmad Luthfi saat mengunjungi Borobudur. Objek wisata in Diproyeksikan Jadi Pusat Aglomerasi Wisata. (dok. Pemprov Jateng)

PEMERIINTAH Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan konsep aglomerasi wisata dengan menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat integrasi tiga kawasan wisata unggulan.

Ketiga destinasi yang akan dihubungkan dalam konsep aglomerasi tersebut meliputi kawasan Borobudur, wisata alam Kopeng, serta Rawa Pening. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Gagasan tersebut mengemuka saat kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ke kawasan Borobudur di Kabupaten Magelang.

“Aglomerasi wisata ini dirancang agar wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu titik, tetapi juga menjelajahi destinasi lain di sekitarnya,” ujarnya.

Borobudur Jadi Poros Utama Pariwisata Berkelanjutan

Dalam peninjauan tersebut, Luthfi menegaskan bahwa Borobudur memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai warisan budaya dunia yang harus dijaga kelestariannya.

Sebagai situs yang telah diakui UNESCO, Borobudur dinilai memiliki potensi besar dari sisi sejarah, budaya, hingga pariwisata global.

Baca juga  Warga Wadasmalang Meninggal Mendadak di Depan Warung Makan Pasar Dorowati Klirong, Begini Kronologinya

“Borobudur adalah kebanggaan bangsa. Kita harus menjaga kelestariannya sekaligus mengoptimalkan manfaatnya,” katanya.

Selain menjadi destinasi wisata utama, kawasan Borobudur juga rutin menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional, seperti Hari Raya Waisak dan ajang olahraga Borobudur Marathon.

Aglomerasi Wisata, Konektivitas Antarwilayah Jadi Kunci

Konsep aglomerasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem wisata terpadu yang membuat wisatawan tinggal lebih lama dan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas.

Hal ini seiring dengan pemetaan yang sedang dilakukan oleh pemerintah pusat terkait penataan di kawasan inti Borobudur. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah fokus mengembangkan wilayah penyangga melalui peningkatan konektivitas antar destinasi.

Selain itu, integrasi kawasan juga diyakini akan memberikan efek berganda bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor UMKM hingga jasa pariwisata.

Masih Tahap Pematangan, Dampak Ekonomi Jadi Target

Saat ini, rencana aglomerasi wisata masih dalam tahap pematangan dan terus dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Pemerintah menargetkan program ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga  Lawan Persak Kebumen di Semifinal Liga 4 Jateng Ditentukan Pagi Ini

“Aglomerasi wisata ini akan terus kita kembangkan agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Luthfi.

Dengan sinergi antardestinasi, Borobudur diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan pariwisata baru yang mampu mengangkat potensi daerah sekitar sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah di kancah nasional maupun global.

Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.