Cegah Longsor dan Banjir Terulang, 5.000 Pohon Ditanam di Karangreja Purbalingga

Heri C
Anggota Polsek Karangreja bersama berbagai komunitas di Purbalingga saat tanam pohon di lokasi yang rawan bencana, Sabtu (4/4/2026). (foto: Humas Polres Purbalingga)

Kabut tipis masih menggantung di lereng Gunung Slamet saat ratusan orang perlahan menapaki jalur tanah yang licin di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Sabtu (4/4/2026). Di tangan mereka, bibit-bibit pohon siap ditanam untuk menjadi harapan mencegah bencana besar.

Pagi itu, aksi penanaman 5.000 pohon digelar di kawasan yang pernah terdampak banjir bandang dan longsor. Sejumlah komunitas, warga, hingga unsur pemerintah terlibat termasuk kepolisian dan TNI. Mereka menyatu dengan relawan, memanggul bibit, menembus medan terjal, dan sesekali tergelincir di tanah becek.

Hujan yang turun tidak menyurutkan langkah. Jalur tanam yang menanjak dan licin justru menjadi pengingat nyata kondisi alam yang rapuh. Di titik-titik yang telah ditentukan, satu per satu lubang digali, lalu bibit pohon ditanam dengan harapan akar-akarnya kelak mampu menahan tanah dari gerusan air.

Di tengah dinginnya udara pegunungan, kerja gotong royong itu terasa hangat. Warga dan aparat bekerja tanpa sekat, menyatukan tenaga untuk menjaga alam yang sama-sama mereka tinggali.

Baca juga  Bupati Banjarnegara Upayakan Huntap bagi Korban Longsor Pejawaran dan Pagentan

Kapolsek Karangreja, AKP Arisno, mengatakan keikutsertaan jajarannya bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan, melainkan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

“Kami bergabung bersama ratusan peserta untuk menanam 5.000 pohon di sejumlah titik rawan,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan lereng Gunung Slamet memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan meningkat. Karena itu, penanaman pohon menjadi langkah awal yang penting dalam meminimalkan risiko banjir bandang dan tanah longsor.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini juga menekankan keberlanjutan. Polsek Karangreja bersama instansi terkait dan masyarakat berkomitmen untuk memantau pertumbuhan pohon secara berkala.

“Tidak berhenti di penanaman, kami akan melakukan pemantauan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” kata Arisno.

Ratusan bibit telah tertanam di lereng-lereng yang sebelumnya gundul. Meski kecil, langkah itu menjadi bagian dari upaya panjang menjaga keseimbangan alam agar bencana yang pernah datang tak kembali terulang.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Dari Aspal Ulang Samapi Cor Beton, Ini Langkah Bupati Purbalingga Dalam Perbaikan Infrastruktur