Apa Itu Desil terkait Bantuan Sosial? Ini Penjelasannya

Djamal SG
Ilustrasi artikel Desil terkait bantuan sosial. (ilustrasi by pexels)

Belakangan kata “desil” sering jadi perbincangan, terutama terkait bantuan sosial dari pemerintah pada masyarakat. Lalu apa itu desil terkait bantuan sosial? Disarikan dari berbagai sumber, berikut penjelasan tentang desil terkait bantuan sosial.’

Jadi, desil adalah pembagian penduduk Indonesia menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Perinciannya adalah sebagai berikut:

Desil 1: Kategori Keluarga sangat miskin dengan pengeluaran per kapita/bulan < Rp. 500.000. Pengeluaran per kapita adalah pengeluaran per orang.

Ciri Ekonomi dan Sosial Desil 1:

  • Tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar (mengacu pada kebutuhan minimal yang harus dipenuhi agar seseorang atau keluarga tidak tergolong miskin atau rentan. Kebutuhan ini meliputi pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan/atau pelayanan sosial).
  • Tinggal di daerah terpencil dengan akses wilayah yang terbatas dan rumah yang ditempati termasuk kategori tidak layak.
  • Mengalami kondisi yang rentan gizi buruk.

Desil 2: Kategori keluarga miskin dengan pengeluaran per kapita/bulan ± Rp. 600.000 – Rp. 700.000

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Miskin :

  • Masih mengalami kesulitan dalam memenuhi makanan yang bergizi.
  • Status pekerjaan sebagai pekerja informal kasar
  • Akses memenuhi kebutuhan Pendidikan anakdan Kesehatan keluarga yang masih rendah.

Desil 3: Kategori keluarga hampir miskin dengan pengeluaran per kapita/bulan ± Rp. 800.000 – Rp. 900.000.

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Hampir Miskin :

  • Sudah memiliki kemampuan dalam mengkonsumsi makanan dasar secara rutin.
  • Hunian yang ditempati masuk kategori rumah sederhana.
  • Menghadapi kondisi yang rentan miskin Kembali.
Baca juga  Konser BTS Jakarta Resmi Digelar 26–27 Desember 2026

Desil 4: Kategori keluarga menengah bawah dengan pengeluaran per apita/bulan ± Rp. 1.000.000 – Rp. 1.200.000.

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah Bawah :

  • Konsumsi makanan sehari-hari yang lebih beragam jenisnya
  • Sudah mampu memiliki kendaraan roda dua
  • Mampu membiayai pendidikan anak-anaknya sampai pendidikan dasar dan sederajat.

Desil 5: Kategori keluarga menengah bawah (stabil) dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 1.300.000 – Rp. 1.500.000.

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah Bawah (Stabil) :

  • Memiliki kemampuan memasang dan menggunakan listrik dalam kebutuhan sehari-hari.
  • Memiliki kemampuan membiayai pendidikan anak-anaknya dengan memasukan ke sekolah yang lebih baik.
  • Memiliki kemampuan menabung dari pendapatannya walaupun masih sedikit.

Desil 6: Kategori keluarga menengah dengan pengeluaran per kapita/bulan ± Rp. 1.600.000 – Rp. 1.800.000.

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah :

  • Kenaikan dalam memenuhi kebutuhan selain untuk makan sehari-hari seperti konsumsi untuk transportasi, pembelian pulsa telepon, arisan, menabung dan lain sebagainya.
  • Kemampuan untuk membayar dan memiliki BPJS Mandiri.

Desil 7: Kategori keluarga menengah atas dengan pengeluaran per kapita/bulan ± Rp. 2.000.000 – Rp. 2.300.000.

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah  Atas :

  • Memiliki kendaraan (Mobil dan atau motor), memiliki Gadget/Ponsel Pintar dan mempunyai akses terhadap internet secara baik dan rutin.
  • Sudah memprioritaskan pada Pendidikan anak-anaknya
Baca juga  Benih Inpago Unsoed Protani, Varietas Unggulan Ini Diklaim Bisa Mengubah Nasib Petani

Desil 8: Kategori keluarga mapan dengan pengeluaran per kapita/bulan ± Rp. 2.500.000 – Rp. 3.000.000.

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Mapan :

  • Sudah mampu berekreasi
  • Kemampuan dalam membayar kredit kendaraan atau perumahan.
  • Mampu berinvestasi dalam bentuk emas atau deposito walaupun masih dalam jumlah kecil atau memiliki asset tanah atau rumah di tempat lain.

Desil 9: Kategori keluarga kaya dengan pengeluaran per kapita/bulan ± Rp. 3.500.000 – Rp. 4.500.000.

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Kaya :

  • Tinggal di daerah perkotaan atau wilayah yang tidak termasuk kategori daerah terpencil dan tertinggal.
  • Memiliki rumah yang sudah permanen dengan fasilitas yang memadai
  • Memiliki usaha yang baik atau bekerja formal/professional
  • Kemampuan memenuhi layanan hidup seperti pekerjaan, Pendidikan, Kesehatan dan lainya yang sudah kategori diatas kebanyakan orang/premium.

Desil 10: Kategori keluarga sangat kaya atau elit dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan Lebih dari Rp. 5.000.000

Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Sangat Kaya :

  • Konsumsi mewah seperti bepergian ke luar negeri
  • Memiliki banyak property seperti tanah, rumah, kendaran atau asset yang lain
  • Jumlah asset yang dimiliki bernilai tidak sedikit
  • Mampu berinvestasi dengan nilai yang besar
  • Memiliki kemampuan memegang otoritas/kekuasaan ekonomi

Desil terkait Bantuan Sosial

Kategori desil terkait bantuan sosial. Kategori desil berpengaruh pada bantuan yang bisa diterima. Berikut desil terkait bantuan sosial.

  • Desil 1-4: Berpeluang menerima Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Desil 1-5: Berpeluang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako dan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
  • Desil 6 keatas: Umumnya tidak menjadi prioritas utama untuk bansos reguler karena dianggap lebih mampu
Baca juga  First Stop, Purwokerto Versi Gen-Z: Coffee Shop Paling Pas Buat Reset Setelah Libur Nataru

Ada juga pembagian yang lebih rinci desil terkait bantuan sosial:

Desil 1, program bantuan yang tersedia PKH, BPNT, BLT, PBI-JKN, PIP, KIP Kuliah

Desil 2, program bantuan yang tersedia PKH, BPNT, BLT, PBI-JKN, PIP, KIP Kuliah

Desil 3, program bantuan yang tersedia  PKH, BPNT, PBI-JKN, PIP, KIP Kuliah

Desil 4, program bantuan yang tersedia, BPNT (selektif), PBI-JKN, KIP Kuliah (Kategori 3)

Desil 5, program bantuan yang tersedia, KIP Kuliah (melalui usulan sekolah + SKTM)

Desil 6, tidak termasuk menjadi prioritas penerima progam bantuan.

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengelompokkan desil secara objektif. Masyarakat dapat mengajukan perubahan data desil jika merasa pengelompokan tidak sesuai melalui aplikasi Cek Bansos atau pemerintah daerah setempat.

Cek Bansos

Anda bisa mengecek di cekbansos.kemensos.go.id dengan beberapa langkah berikut ini:

  1. Buka browser, lalu akses laman cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih data wilayah domisili secara berurutan mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan
  3. Masukkan nama lengkap sesuai yang tertera di e-KTP pada kolom “Nama PM”
  4. Ketik kode huruf (captcha) yang muncul di layar
  5. Klik tombol “Cari Data”
  6. Tunggu sistem menampilkan hasil pencarian