Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Cahaya di Tengah Kegelapan, Cek Cara Mendapatkannya Dalam Agama Islam
Risalah

Cahaya di Tengah Kegelapan, Cek Cara Mendapatkannya Dalam Agama Islam

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 2 November 2025 10:51
Bahron Ansori
Membagikan
Ahlul Qur'an
Anak-anak tengah mempelajari Al Quran.(Foto: Islamic Center Jakarta)
Membagikan

Ahlul Qur’an adalah sekelompok manusia yang hatinya terikat dengan Kalamullah, baik dalam hafalan, pemahaman, maupun pengamalan. Mereka bukan hanya para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Di tengah dunia yang diliputi oleh kegelapan moral, materialisme, dan fitnah zaman, Ahlul Qur’an bagaikan lentera yang menerangi jalan umat menuju kebaikan dan kebenaran.

Contents
  • Keutamaan Menjadi Ahlul Qur’an
  • Tantangan Ahlul Qur’an di Era Modern
  • Ahlul Qur’an Sebagai Pilar Peradaban Islam
  • Tanggung Jawab dalam Masyarakat
  • Membangun Generasi Qur’ani
  • Menjadi Cahaya di Tengah Kegelapan

Keutamaan Menjadi Ahlul Qur’an

Keutamaan menjadi Ahlul Qur’an telah banyak disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Hadits ini menunjukkan bahwa Ahlul Qur’an adalah manusia terbaik dalam pandangan Allah karena mereka tidak hanya memahami wahyu-Nya, tetapi juga berusaha menyebarkannya kepada orang lain.

Al-Qur’an adalah cahaya yang tidak pernah padam, sebagaimana Allah berfirman, “Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang jelas.” (Qs. Al-Ma’idah: 15). Dalam ayat ini, Al-Qur’an digambarkan sebagai cahaya yang membimbing manusia dari kegelapan menuju terang benderang. Maka, siapa pun yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an akan mendapatkan cahaya petunjuk dalam kehidupan.

Baca juga  Mau Bisnis yang Berkah? Begini Konsepnya Menurut Agama Islam

Namun, menjadi Ahlul Qur’an bukan sekadar hafalan semata, melainkan juga memahami dan mengamalkan isinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan dalam sebuah hadits, “Akan datang suatu kaum yang membaca Al-Qur’an, tetapi tidak melewati tenggorokan mereka.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an tanpa memahami dan mengamalkannya dapat menjauhkan seseorang dari nilai-nilai yang seharusnya dipraktikkan dalam kehidupan.

Tantangan Ahlul Qur’an di Era Modern

Di era modern, tantangan bagi Ahlul Qur’an semakin besar. Gelombang sekularisme, hedonisme, dan liberalisme berusaha menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai Qur’ani. Generasi muda dihadapkan pada berbagai godaan duniawi yang dapat melemahkan hubungan mereka dengan Al-Qur’an. Oleh karena itu, peran para pendidik, ulama, dan orang tua sangat penting dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Ahlul Qur’an tidak hanya memiliki keutamaan di dunia, tetapi juga di akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang membaca dan menghafal Al-Qur’an, ia akan diberi mahkota di surga yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari…” (HR. Abu Dawud). Hadits ini menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an, karena Allah telah menjanjikan balasan yang sangat besar.

Ahlul Qur’an Sebagai Pilar Peradaban Islam

Selain mendapatkan keutamaan pribadi, Ahlul Qur’an juga berperan dalam membangun peradaban. Sejarah telah mencatat bagaimana para ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ibnu Taimiyah adalah mereka yang sangat dekat dengan Al-Qur’an. Pemahaman mereka terhadap wahyu menjadikan mereka pilar dalam membimbing umat menuju kebangkitan.

Baca juga  7 Kiat Membangun Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Tanggung Jawab dalam Masyarakat

Di sisi lain, Ahlul Qur’an juga memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan nilai-nilai Islam ke masyarakat. Mereka bukan hanya harus menjaga hafalan, tetapi juga harus menjadi contoh dalam akhlak dan muamalah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al-Qur’an dan merendahkan yang lain dengannya.” (HR. Muslim). Artinya, kemuliaan seseorang sangat bergantung pada sejauh mana ia menghidupkan Al-Qur’an dalam dirinya.

Membangun Generasi Qur’ani

Pendidikan berbasis Al-Qur’an harus menjadi prioritas dalam membentuk generasi Qur’ani. Pesantren tahfidz, madrasah diniyah, dan program tahsin di berbagai tempat menjadi sarana penting dalam melahirkan Ahlul Qur’an yang berkualitas. Dengan sistem pendidikan yang kuat, umat Islam dapat memiliki generasi penerus yang berpegang teguh pada wahyu Ilahi.

Selain pendidikan formal, lingkungan juga berperan dalam membentuk Ahlul Qur’an. Keluarga harus menjadi tempat pertama dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Para orang tua yang membiasakan anak-anaknya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an akan melahirkan generasi yang memiliki keteguhan iman dan akhlak yang luhur;

Baca juga  Umat Muslim Wajib Tahu! Ini 5 Kompetensi Abad 21 yang Ternyata Sudah Ada di Al-Qur'an dan Sunnah

Teknologi modern dapat menjadi sarana yang bermanfaat dalam menghidupkan budaya Qur’ani. Aplikasi Al-Qur’an digital, kajian online, dan platform dakwah dapat digunakan untuk mendekatkan umat kepada Kalamullah. Namun, teknologi juga bisa menjadi fitnah jika tidak digunakan dengan bijak. Oleh karena itu, Ahlul Qur’an harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat dakwah, bukan sebagai penghalang dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.

Menjadi Cahaya di Tengah Kegelapan

Ahlul Qur’an juga harus berperan dalam memperbaiki umat, terutama dalam mengatasi krisis moral yang melanda masyarakat. Perilaku korupsi, ketidakadilan, dan lemahnya ukhuwah Islamiyah dapat diperbaiki jika nilai-nilai Qur’ani benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun generasi Ahlul Qur’an bukanlah tugas yang mudah, tetapi merupakan investasi besar bagi kejayaan umat Islam. Jika setiap keluarga, sekolah, dan masyarakat berkontribusi dalam membina generasi Qur’ani, maka cahaya Islam akan terus bersinar di tengah kegelapan zaman.

Sebagai penutup, marilah kita mengingat firman Allah, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus…” (Qs. Al-Isra’: 9). Generasi Ahlul Qur’an adalah mereka yang menjaga, mengajarkan, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan. Mereka adalah cahaya di tengah kegelapan, yang akan terus membawa umat menuju kejayaan Islam di dunia dan akhirat.

TAG:ahlul qur’angenerasi qur'anikeutamaan ahlul qur'an
Artikel Sebelumnya Hari Wayang Hari Wayang di Kebumen 2025: Ini Perincian Berbagai Lomba
Artikel Selanjutnya Bukit Kapur Kawasan PT Semen Bima Potensi Longsor Kembali, Warga Mengungsi Bukit Kapur Kawasan PT Semen Bima Potensi Longsor Kembali, Warga Mengungsi
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?