Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Dokter Angka, Pahlawan Asal Banjarnegara yang Namanya Diabadikan di Purwokerto
Risalah

Dokter Angka, Pahlawan Asal Banjarnegara yang Namanya Diabadikan di Purwokerto

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 22 November 2025 09:28
Syarif TM
Membagikan
Raden Anggoro Kasih Prodjosoedirdjo atau dokter Angka
Raden Angka Prodjosoedirdjo adalah salah satu pendiri organisasi Budi Utomo. (Dok Kemdikbud)
Membagikan

Nama Dokter Angka sang pahlawan kemerdekaan yang kini namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Purwokerto, namun siapa sangka dokter dengan nama lengkap Raden Anggoro Kasih Prodjosoedirdjo atau Raden Angka ini lahir di Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara pada 13 Desember 1887.

Contents
  • Latar Belakang dan Pendidikan Dokter Angka
  • Peran dan Pengabdian Dr. Angka
  • Warisan dan Peninggalan di Purwokerto

Latar Belakang dan Pendidikan Dokter Angka

Raden Angka atau dr Angka merupakan putra dari pasangan Raden Prajadiwiryo dengan Raden Ayu Prajadiwiryo yang saat itu menjabat sebagai Camat Madukara Banjarnegara. Sejak kecil, Raden Angka ini hidup bersama kakek dari jalur ibunya, Patih Banyumas, Raden Sontodiredjo.

Raden Angka kecil menempuh pendidikan di Holland Indische School (HIS) selama selama 7 tahun, dan melanjutkan pendidikan di Hoogere Burger School selama 5 tahun, dan pada 4 Januari 1904, Raden Angka menempuh pendidikan lanjutan di Stovia.

Raden Angka lulus dari Stovia dengan predikat cumlaude pada 30 Juli 1912, atas prestasinya tersebut, dr Angka muda mendapatkan cinderamata dari Stovia berupa kuku macan, dan jam saku berantai dengan gantungan terbuat dari emas.

Baca juga  Potret Generasi Muda yang Terasing dari Nilai-Nilai Luhur Bangsa

Stovia atau School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra), merupakan sekolah kedokteran pertama di Hindia Belanda yang didirikan untuk mendidik dokter pribumi. Sekolah ini kemudian menjadi cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

Peran dan Pengabdian Dr. Angka

Usai lulus dari Stovia, dokter Angka pernah bertugas di beberapa wilayah, mulai dari Semarang, Brebes, Bogor, Purbalingga, Kendal, Banyumas, hingga Kabupaten Pemalang pada tahun 1935, pada tahun itu, dr Angka mendapatkan tugas untuk pemberantasan penyakit frambosia yang saat itu merebah di Pemalang, termasuk penanganan penyakit malaria di Cilacap berama dengan UNICEF tahun 1954.

Dikutip dari beberapa sumber, dr Angka juga menjadi saksi pendirian Boedi Oetomo oleh para pelajar Stovia tahun 1908, bahkan pada tahun 1967, dr Angka juga membuat surat tertulis tentang kesaksian hidup mengenai pendirian Boedi Oetomo sebagai jawaban dari surat Sardjito.

Bahkan, pada waktu itu, dr Angka yang baru berusia 21 tahun sudah menjadi bendahara Boedi Oetomo. Setelah Kemerdekaan, dr Angka diminta untuk menandatangani surat pernyataan sebagai perintis kemerdekaan agar mendapatkan tunjangan dari pemerintah.

Baca juga  Ngeri! Ngaku Takut Neraka tapi Malah 'Akrab' dengan Dosa, Simak Renungan Tentang Paradoks Muslim Masa Kini

Namun, saat itu dirinya menolak dengan alasan bahwa apa yang dilakukannya merupakan satu kewajiban dan tanggung jawab kepada pemerintah beserta rakyat Indonesia, tanpa mengharap imbalan apapun. Bahkan, dalam sebuah wawancara, dr Angka menyebutkan bahwa dirinya merasa kecil dan tidak ikut berjasa.

Sikap rendah hati inilah yang menjadikan namanya hingga kini masih tetap harum, bahkan meski dilahirkan di Banjarnegara, tepatnya di Kecamatan Madukara, nama besar Raden Anggoro Kasih Prodjosoedirdjo atau dokter Angka kini diabadikan sebagai nama jalan di Purwokerto.

Dokter Angka sendiri menikah dengan Raden Adjeng Sudijah, puteri dari pasangan Raden Purwasudirjo dengan Raden Ayu Samsirin Purwasudirjo, dari pernikahannya, dr Angka dikaruniai 7 orang anak.

Warisan dan Peninggalan di Purwokerto

Setelah pensiun, dr Angka mendirikan apotik pertama di Purwokerto. Dengan menempati paviliun rumahnya yang ada di Jalan Jendral Gatot Soebroto nomor 36 Purwokerto pada tahun 1949 bersama beberapa dokter du Purwokerto. Namun usahanya tidak berlangsung lama, pada tahun 1970 apotik tersebut dijual karena para pemegang saham pindah dari Purwokerto dan menarik semua sahamnya.

Baca juga  Renungkan! Ini Tanda-tanda Kiamat yang Sudah Terjadi

Dokter Angka meninggal di usia 88 tahun dan dimakamkan di Pesarean Keluarga yang ada di Sokaraja, sang pahlawan dimakamkan di samping makam isterinya yang meninggal lebih dulu, pada 1968 dalam usia 75 tahun.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:dokter angkadr angkaJalan dr angkakisah dokter angkaraden anggoro kasih prodjosoedirdjoraden angka
Artikel Sebelumnya IMG 20250523 WA0007 Terekam CCTV, Aksi Perempuan Gasak Uang di Warung Brilink Cipari Cilacap Terekam CCTV, Aksi Perempuan Gasak Uang di Warung Brilink Cipari Cilacap
Artikel Selanjutnya Tradisi apit-apitan atau sedekah bumi Tradisi Apit-Apitan di Desa Rawaheng, Bentuk Syukur dan Lestarikan Budaya
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?