Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Banyumas melancarkan kritik tajam dan desakan keras kepada pihak berwenang. Mereka meminta penertiban dan evaluasi total terhadap aktivitas penambangan yang merusak lingkungan dan berpotensi memicu bencana di lereng Gunung Slamet. Secara spesifik, desakan ini menyasar lokasi pertambangan di Baseh dan Gandatapa.
Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banyumas, Adhi Wiharto, menekankan pentingnya tindakan tegas tanpa kompromi.
Desakan ini muncul setelah partainya menerima banyak aduan warga mengenai dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan tersebut.
Menurut Adhi, perlindungan sumber daya alam dan lingkungan adalah prioritas utama, dan ia menyesalkan pihak berwenang maupun perusahaan pemegang izin tidak memiliki kajian dampak yang memadai.
“Penambangan di lereng gunung berpotensi menimbulkan erosi, pencemaran, hingga gangguan siklus air. Dampak sosial dan bencana seperti longsor dan banjir juga bisa terjadi sehingga merugikan masyarakat,” katanya Rabu (10/12/2025).
Lebih lanjut, Adhi Wiharto mengecam keras mentalitas para pengusaha tambang yang hanya fokus pada keuntungan. Ia menyebut praktik ini sebagai “serakahnomics”, karena semata-mata mengejar profit tanpa memikirkan kerugian yang diderita masyarakat dan alam.
“Pengusaha pertambangan tidak boleh serakah dan merasa kuat. Dampak yang mungkin terjadi harus dipertimbangkan serius, apalagi dalam situasi cuaca ekstrem,” kata dia.
Selain ancaman ekologis dan istilah “serakahnomics” yang ia cetuskan, Adhi juga menyoroti potensi konflik sosial serta kerusakan infrastruktur jalan akibat lalu lintas truk bermuatan berat.
Secara teknis, Gerindra melihat adanya kejanggalan dalam operasi di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang.
“Informasinya, teknis ngeprase di Gandatapa versi ESDM Provinsi Jateng penambangannya nggak benar sehingga berpotensi sekali terjadi bencana,” kata Adhi.
Adhi Wiharto meminta agar aspirasi warga yang paling terdampak langsung oleh bencana tidak boleh diabaikan. Ia secara eksplisit menyarankan penghentian sementara aktivitas di Baseh dan Gandatapa sambil menunggu cuaca stabil.
Gerindra juga mendesak agar kajian ulang operasional tambang segera dilaksanakan dengan partisipasi aktif warga setempat.
Rekan satu partai Adhi, Yoga Sugama, turut menambahkan bahwa perlindungan ekosistem lereng Gunung Slamet harus bersifat menyeluruh.
“Saya sangat mengapresiasi gerakan warga Baseh, itu perlu dikawal terus. Namun wilayah lain seperti Gandatapa yang berpotensi menimbulkan bencana alam saat musim hujan juga harus diperhatikan,” kata dia.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







