Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Ketua DPRD Jateng Dorong Pembangunan Pertanian jadi Prioritas Pemprov
Jateng

Ketua DPRD Jateng Dorong Pembangunan Pertanian jadi Prioritas Pemprov

Djamal SG
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025 05:20
Djamal SG
Membagikan
Ketua DPRD Jateng
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat bertemu dengan petani di Desa Dagen. (dokpri)
Membagikan

Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong pembangunan pertanian menjadi prioritas utama Pemprov. Sebab, sektor pangan merupakan penopang utama kehidupan masyarakat. Hal itu juga selaras dengan visi misi Gubernur yaitu menjadikan wilayah Jateng sebagai lumbung pangan nasional.

Sumanto mengungkapkan, APBD Jawa Tengah tahun 2026 masih fokus memantapkan posisi Jateng lumbung pangan nasional. Hal itu tercermin dalam prioritas anggaran dan kebijakan yang bakal diterapkan.

“Meski ada pemangkasan dana transfer daerah dari pemerintah pusat dan akan berakibat ada sektor yang anggarannya belum maksimal, kami berharap sektor pertanian dan peternakan yang menjadi penyokong visi-misi lumbung pangan nasional bisa tetap maksimal,” ujarnya, belum lama ini.

Dia menambahkan, Pemprov perlu serius menggarap sektor pertanian. Sebab Bung Karno menyatakan, pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa. Pesan bersejarah Presiden Soekarno tersebut dikatakan saat peletakan batu pertama Fakultas Pertanian Universitas Indonesia (UI), yang kini menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 27 April 1952.

“Bung Karno sudah mengingatkan bahwa pangan adalah soal mati hidupnya suatu bangsa. Jika kebutuhan pangan rakyat tidak terpenuhi, maka akan mengganggu hajat hidup banyak orang,” kata Ketua DPRD Jateng tersebut.

Baca juga  Jalan Ambles di Panusupan, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap

Ketua DPRD Jateng Bilang Ada Persoalan Mendasar

Lebih lanjut Ketua DPRD Jateng menambahkan, berbagai program pertanian pemerintah belum berjalan optimal karena masih ada sejumlah persoalan mendasar. Beberapa permasalahan yang dia soroti antara lain, penyediaan bibit unggul dan pupuk bersubsidi yang belum merata. Selain itu, pemanfaatan teknologi tepat guna dan inovasi pertanian belum maksimal.

“Masalah lain yang sering dihadapi di lapangan adalah minimnya pendampingan teknologi, biaya operasional yang membebani petani, serta harga jual komoditas pertanian yang belum stabil,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar tersebut.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan ada tiga komponen strategis yang harus pemerintah perkuat dalam pembangunan sektor pertanian. Yaitu petani, penyuluh pertanian, hingga lembaga ekonomi pedesaan seperti koperasi, hingga lembaga keuangan mikro.

Masalah klasik lain yang masih dihadapi adalah maraknya alih fungsi lahan pertanian dan tak adanya regenerasi petani. Sumanto menganggap alih fungsi lahan pertanian menjadi bagian dari perkembangan zaman yang sulit dihindari. Meski begitu, ia berharap para petani tak mudah tergiur dengan pihak lain yang ingin membeli sawah dengan harga tinggi. Sebab, meski mendapat uang banyak, ke depan para petani terancam tak dapat penghasilan karena sulit beralih ke pekerjaan lain.

Baca juga  Tanah Longsor di 3 Titik di Kebumen, Ini Perinciannya

“Kalau dapat warisan sawah jangan dijual meskipun ada iming-iming harga miliaran. Kalau dijual, warisannya akan habis. Dibelikan mobil baru, semakin lama nilainya menyusut,” papar Ketua DPRD Jateng tersebut.

Sementara itu, regenerasi petani juga menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, anak muda enggan menjadi petani karena dianggap tak menguntungkan. Mereka lebih memilih bekerja atau merantau.

“Saya sering menggelar temu tani, disitu petani yang paling muda berusia 50 tahun. Ini berarti tidak ada regenerasi. Hal ini harus dicarikan solusi agar bertani menjadi pekerjaan yang menguntungkan sehingga anak muda tertarik,” kata Ketua DPRD Jateng tersebut.

*Anda bisa lihat informasi lain di Instagram kami.

TAG:ketua DPRD Jatengsumanto
Artikel Sebelumnya Daop 5 KAI Daop 5 Kolaborasi dengan Kejari Cilacap: Langkah Berani Perkuat Pengamanan Aset Negara
Artikel Selanjutnya TP PKK Cilacap Masuk 5 Besar Narkoba Jateng, TP PKK & BNN Teken MoU Perkuat Benteng Keluarga ​
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?