MITIGASI bencana menjadi bagian penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi bencana tinggi, seperti warga Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Banjarnegara. Mereka sadar bahwa kesiapsiagaan bencana bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Kesadaran inilah yang mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara menggelar pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis keluarga bagi warga setempat.
Puluhan warga dari berbagai RT tampak antusias mengikuti pelatihan yang berlangsung di GOR Desa Kaliurip. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berdiskusi hingga mengikuti simulasi penanganan bencana, seolah sedang menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya.
Keluarga Jadi Garda Terdepan dalam Penyelamatan
Pengurus PMI Banjarnegara Bidang Informasi dan Komunikasi, Tojono, mengatakan bahwa keluarga merupakan garda terdepan saat bencana terjadi. Oleh karena itu, kesiapan setiap anggota keluarga sangat menentukan keselamatan bersama.
“Dalam kondisi darurat, sering kali bantuan belum langsung datang. Di saat itulah pengetahuan mitigasi bencana menjadi sangat penting, minimal untuk menyelamatkan diri dan keluarga sendiri,” ujar Tojono.
Ia menegaskan, mitigasi bencana tidak selalu tentang peralatan canggih. Hal-hal sederhana seperti mengenali jalur evakuasi, memahami tanda-tanda bahaya, hingga mengetahui langkah pertama saat terjadi bencana justru memiliki dampak besar dalam mengurangi risiko korban.
Menurut Tojono, membangun budaya siaga bencana harus melibatkan semua pihak. Pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, hingga relawan di tingkat lokal memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran tersebut secara berkelanjutan.
“Ketika masyarakat sudah memiliki bekal pengetahuan, mereka tidak mudah panik dan tahu apa yang harus dilakukan. Ini yang terus kami dorong,” katanya.
Dukungan Pemerintah Desa dalam Kesiapsiagaan Bencana
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Desa Kaliurip. Kepala Desa Kaliurip Radi melalui Sekretaris Desa Zulfikar Ghufron Maulana menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap RT.
“Kami berharap ilmu kesiapsiagaan bencana yang didapat tidak berhenti di peserta saja, tetapi bisa diteruskan ke warga lain di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan ini turut didukung Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Kecamatan Madukara. Para narasumber membagikan pengalaman lapangan, aturan kebencanaan, hingga praktik simulasi evakuasi agar warga memiliki gambaran nyata saat menghadapi situasi darurat.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Desa Kaliurip juga telah mengalokasikan anggaran khusus dari Dana Desa untuk kegiatan mitigasi dan pelatihan kebencanaan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua PMI Kecamatan Madukara, Sudibyo, berharap Tim SIBAT yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan kebencanaan dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana.
“Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kami ingin menciptakan masyarakat yang tangguh, siap siaga, dan saling melindungi ketika bencana datang,” ujarnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







