Perselingkuhan jarang dimulai dari niat jahat. Ia hampir selalu lahir dari kelalaian kecil yang dibiarkan tumbuh tanpa disadari. Setan tidak datang membawa dosa besar, ia datang membawa pembenaran halus. Dan ketika hati mulai membenarkan, langkah kaki perlahan menjauh dari amanah.
Tulisan ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Tetapi hanya ingin menjadi cermin yang jujur. Agar yang sedang tergoda berhenti, dan yang sudah terjatuh berani pulang sebelum semuanya hancur lebih jauh.
1. Dari Hati yang Merasa Tidak Diperhatikan
Setan mulai bekerja saat hati merasa sepi meski tidur satu ranjang. Lelah yang tidak ditanya, sedih yang tidak didengar, membuat jiwa terasa sendirian. Setan lalu membisikkan bahwa perasaan itu wajar. Dan tanpa sadar, seseorang mulai mencari perhatian di tempat yang salah.
Rasa kurang perhatian seharusnya dibicarakan, bukan disembunyikan. Namun setan membuat diam terasa lebih mudah daripada jujur. Padahal luka yang dipendam akan mencari jalan keluar. Dan sering kali, jalan itu bernama perselingkuhan.
2. Dari Curhat yang Melewati Batas
Awalnya hanya ingin didengar, hanya ingin ada yang mengerti. Setan membungkusnya dengan kata “sekadar curhat”. Hati merasa aman karena belum ada sentuhan. Padahal perasaan sudah mulai dilibatkan.
Curhat tentang pasangan kepada orang lain adalah kebocoran kecil yang berbahaya. Dari cerita, lahir empati. Dari empati, tumbuh keterikatan. Dan ketika keterikatan hadir, batas halal mulai kabur.
3. Dari Perasaan Merasa Lebih Dipahami
Setan pandai membandingkan dengan lembut. Ia berkata bahwa orang itu lebih mengerti, lebih peduli, lebih hangat. Hati lupa bahwa dipahami oleh orang yang tidak hidup bersama memang terasa lebih ringan. Karena ia belum melihat sisi terburukmu.
Pasanganmu memahami lewat kesabaran, bukan sekadar kata manis. Ia melihatmu saat lelah, marah, dan rapuh. Orang ketiga hanya melihat senyummu. Tapi setan membuat ilusi itu terasa lebih indah daripada kenyataan.
4. Dari Obrolan yang Mulai Disembunyikan
Chat mulai dikunci, ponsel mulai dijauhkan. Ada senyum kecil yang tak ingin diketahui pasangan. Setan berbisik bahwa ini hanya privasi. Padahal sejak sesuatu harus disembunyikan, hati sudah melangkah terlalu jauh.
Tidak semua perselingkuhan dimulai dari sentuhan. Banyak yang lahir dari kata, dari perhatian, dari waktu. Dan ketika waktu yang halal dicuri untuk yang haram, luka sedang dipersiapkan.
5. Dari Pembenaran yang Terus Dipelihara
Setan tidak memaksa, ia membenarkan. Ia berkata bahwa pasangan juga salah, bahwa kamu sudah terlalu lama bersabar. Pembenaran membuat dosa terasa adil. Dan hati pun merasa tidak bersalah.
Padahal tidak ada satu pun pengkhianatan yang bisa menyembuhkan luka. Dosa tetap dosa, meski dibungkus alasan paling masuk akal. Yang terasa menenangkan hari ini, akan menyakitkan di kemudian hari.
6. Dari Rasa Aman yang Palsu
Setan menenangkan dengan janji palsu. Ia berkata bahwa semua ini aman, tidak akan ketahuan. Hati pun merasa bebas karena merasa pintar menyembunyikan. Padahal kebenaran tidak pernah benar-benar hilang.
Jika bukan terbuka hari ini, ia akan terbuka suatu saat. Jika bukan di dunia, ia akan dibuka di hadapan Allah. Dan saat itu, tidak ada satu pun alasan yang bisa menyelamatkan.
7. Dari Lupa Bahwa Allah Maha Melihat
Bisikan paling berbahaya adalah merasa sendiri. Merasa tidak ada yang tahu, tidak ada yang melihat. Padahal Allah melihat setiap pesan, setiap niat, setiap getar hati. Tidak ada yang luput dari-Nya.
Jika hatimu gelisah saat membaca ini, itu tanda Allah masih peduli. Itu tanda pintu tobat masih terbuka. Berhentilah sekarang, sebelum langkahmu semakin jauh dari rumah yang seharusnya dijaga.
Pulang Sebelum Terlambat
Untuk yang sedang tergoda, takutlah sebelum melangkah. Jangan tukar rumah tangga yang dibangun dengan doa dengan kenikmatan sesaat. Untuk yang sudah terjatuh, jangan putus asa. Masih ada Allah yang Maha Mengampuni.
Rumah tangga bukan tempat manusia sempurna. Ia adalah amanah bagi manusia yang mau belajar setia. Dan setan hanya ingin satu hal, melihat amanah itu runtuh perlahan karena bisikan kecil yang dibiarkan hidup.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







