PROGRAM pembinaan berbasis keagamaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banjarnegara mendapat apresiasi dari Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan (Karorenkeu) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Ibnu Ismoyo, saat melakukan kunjungan kerja di Rutan Banjarnegara, Rabu (31/12/2026).
Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau langsung kondisi keamanan, pelayanan pemasyarakatan, serta berbagai inovasi pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam kunjungannya, Ibnu Ismoyo menyempatkan diri mengecek blok hunian guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Selain aspek keamanan, perhatian khusus diberikan pada program pembinaan kepribadian dan pendidikan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program sekolah santri atau pesantren kilat, yang merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi, khususnya pada poin kesetaraan pendidikan.
Menurut Ibnu Ismoyo, program tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan, sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih inklusif selama menjalani masa pidana.
“Program sekolah santri atau pesantren kilat di Rutan Banjarnegara sangat berkesan dan memiliki nilai pembinaan yang kuat. Ini bisa menjadi role model bagi UPT Pemasyarakatan lainnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar program tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal terkait, pondok pesantren, serta Kementerian Agama. Menurutnya, inovasi ini dapat menjadi penguatan dalam mendukung usulan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2026.
Tinjau Ketahanan Pangan dan Dapur Rutan Banjarnegara
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan lahan ketahanan pangan yang dikelola Rutan Banjarnegara. Di area tersebut, rombongan melihat langsung aktivitas pertanian, peternakan ayam, serta budidaya ikan lele yang melibatkan Warga Binaan.
Program ketahanan pangan ini mendapat apresiasi sebagai upaya konkret mendukung program nasional sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian yang berkelanjutan bagi Warga Binaan.
Selain itu, dapur Rutan Banjarnegara turut menjadi objek peninjauan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebersihan, kelayakan sarana prasarana, serta pemenuhan standar pelayanan makanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menyatakan bahwa kunjungan pejabat pusat tersebut menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran.
“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan pelayanan yang humanis, serta melaksanakan pembinaan berkelanjutan sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan 15 Program Aksi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Rutan Banjarnegara berkomitmen menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga memberikan ruang perubahan bagi Warga Binaan melalui pembinaan spiritual, kemandirian, dan pelayanan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







