Skrining BPJS Kesehatan kini tidak lagi diposisikan sebagai layanan tambahan semata. Memasuki tahun 2026, skrining riwayat kesehatan resmi menjadi bagian penting dalam skema pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif.
Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam sistem layanan kesehatan nasional, di mana deteksi dini risiko penyakit menjadi prioritas utama.
Melalui kebijakan terbaru ini, peserta BPJS Kesehatan dapat melakukan skrining kesehatan secara mandiri tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Proses skrining bisa diakses secara daring melalui website resmi BPJS Kesehatan maupun aplikasi Mobile JKN.
Dengan demikian, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan awal secara praktis hanya melalui ponsel atau komputer.
Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan 2026
Skrining BPJS Kesehatan merupakan layanan penilaian kondisi kesehatan awal yang bertujuan untuk memetakan potensi risiko penyakit, khususnya penyakit tidak menular.
Program ini ditujukan bagi peserta JKN-KIS berusia minimal 15 tahun dan dapat dilakukan secara online sepanjang tahun.
Dalam proses skrining, peserta diminta mengisi kuesioner yang mencakup data fisik, kebiasaan hidup, pola konsumsi, aktivitas harian, serta riwayat penyakit pribadi dan keluarga.
Tidak ada pemeriksaan laboratorium atau tindakan medis invasif dalam skrining ini. Hasilnya berupa klasifikasi tingkat risiko kesehatan yang menjadi dasar rekomendasi tindak lanjut.
Jika terdeteksi risiko sedang atau tinggi, peserta akan dianjurkan untuk melakukan konsultasi lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar, seperti puskesmas atau klinik.
Skrining BPJS Kesehatan Wajib Dilakukan Setahun Sekali
Mulai 2026, BPJS Kesehatan menetapkan skrining riwayat kesehatan sebagai kewajiban tahunan bagi peserta JKN.
Peserta yang belum melakukan skrining berpotensi mengalami kendala administratif saat mengakses layanan kesehatan di FKTP.
Kebijakan skrining tahunan ini dinilai efektif untuk memantau perubahan risiko penyakit kronis dari waktu ke waktu.
Dengan data yang diperbarui setiap tahun, tenaga medis dapat melakukan intervensi lebih dini dan tepat sasaran, sehingga risiko komplikasi penyakit dapat ditekan.
Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan strategi nasional pencegahan penyakit tidak menular yang selama ini menjadi tantangan utama sistem kesehatan Indonesia.
Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 Secara Online
Peserta dapat melakukan skrining BPJS Kesehatan secara mandiri melalui website resmi. Prosesnya relatif cepat dan mudah.
Peserta cukup mengakses laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id, lalu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kartu BPJS, tanggal lahir, serta kode verifikasi.
Setelah data peserta ditemukan, peserta diminta melengkapi informasi pribadi, seperti tinggi badan, berat badan, tingkat pendidikan, serta nomor kontak darurat.
Selanjutnya, peserta menjawab seluruh pertanyaan skrining sesuai kondisi kesehatan yang sebenarnya. Setelah proses selesai, hasil skrining akan langsung ditampilkan oleh sistem.
Skrining BPJS Lewat Aplikasi Mobile JKN
Selain website, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan skrining melalui aplikasi Mobile JKN. Aplikasi ini terintegrasi langsung dengan data kepesertaan dan menjadi metode yang direkomendasikan.
Peserta cukup masuk ke aplikasi Mobile JKN, memilih menu “Lainnya”, lalu mengakses fitur “Skrining Riwayat Kesehatan”.
Peserta dapat memilih dirinya sendiri atau anggota keluarga yang terdaftar dalam satu kartu keluarga. Setelah mengisi kuesioner, hasil skrining akan langsung muncul dan tersimpan secara digital.
Keunggulan aplikasi Mobile JKN adalah kemudahan akses hasil skrining yang dapat dibuka kembali kapan saja, serta terhubung dengan layanan lain seperti antrean online dan riwayat pelayanan.
Skrining BPJS Kesehatan di FKTP Masih Tersedia
Bagi peserta yang belum terbiasa menggunakan layanan digital, skrining BPJS Kesehatan tetap dapat dilakukan secara langsung di FKTP.
Peserta cukup membawa e-KTP atau kartu BPJS Kesehatan, lalu petugas kesehatan akan membantu proses pengisian skrining.
Namun, peserta dianjurkan menyelesaikan skrining secara online sebelum datang ke fasilitas kesehatan agar proses pelayanan lebih cepat dan efisien.
Manfaat Skrining BPJS Kesehatan bagi Peserta dan Sistem JKN
Melalui skrining BPJS Kesehatan, peserta memiliki kesempatan untuk mengenali potensi masalah kesehatan sejak dini. Deteksi awal memungkinkan langkah pencegahan dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit kronis yang lebih berat.
Di sisi lain, data skrining yang terkumpul membantu BPJS Kesehatan dan pemerintah dalam merancang layanan kesehatan yang lebih preventif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Integrasi data secara nasional juga mendukung penguatan sistem kesehatan jangka panjang.
Dengan akses yang mudah, gratis, dan dapat dilakukan dari rumah, skrining BPJS Kesehatan 2026 menjadi instrumen penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kini, langkah awal menjaga kesehatan tidak perlu menunggu sakit atau antre panjang di fasilitas kesehatan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







