Hati-hati! 3 Pose Yoga Ini Berisiko Picu Stroke

Santo
Seorang ahli neurologi asal Amerika Serikat, Jeremy M. Liff, memperingatkan bahwa beberapa pose yoga tertentu dapat meningkatkan risiko cedera serius pada pembuluh darah leher yang berujung pada stroke. (yogapedia)

Yoga selama ini dikenal sebagai aktivitas yang menyehatkan tubuh dan menenangkan pikiran. Latihan ini kerap direkomendasikan untuk meningkatkan fleksibilitas, memperkuat otot, memperbaiki postur, hingga menurunkan tingkat stres.

Namun, di balik manfaat tersebut, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua pose yoga aman bagi semua orang, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan atau melampaui batas kemampuan tubuh.

Seorang ahli neurologi asal Amerika Serikat, Jeremy M. Liff, memperingatkan bahwa beberapa pose yoga tertentu dapat meningkatkan risiko cedera serius pada pembuluh darah leher yang berujung pada stroke. Temuan ini memicu diskusi luas di kalangan medis dan komunitas kebugaran, mengingat yoga semakin populer di berbagai kelompok usia.

Risiko Tersembunyi di Balik Gerakan Yoga

Jeremy M. Liff, yang juga merupakan anggota senior Society for Interventional Neurosurgery dan bekerja di Northwell Lenox Hill Hospital, menjelaskan bahwa pose yoga yang melibatkan peregangan leher ekstrem atau menumpu berat badan pada kepala dapat memicu cedera arteri karotis.

Arteri karotis adalah pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke otak. Jika dinding bagian dalam arteri ini mengalami robekan, darah dapat menyusup dan membentuk bekuan. Ketika bekuan tersebut berpindah ke otak, aliran darah bisa tersumbat dan menyebabkan stroke.

Baca juga  Torch Watch Collection Resmi Hadir di Torch Store Purwokerto

Pecahnya Arteri Karotis dan Dampaknya

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai diseksi atau pecahnya arteri karotis. Meski secara statistik hanya menyumbang sekitar 1–2 persen dari total kasus stroke, diseksi arteri karotis merupakan penyebab hingga 25 persen stroke pada kelompok usia dewasa muda dan paruh baya.

Laporan medis menunjukkan bahwa aktivitas sehari-hari yang melibatkan peregangan leher berlebihan, termasuk yoga, dapat menjadi pemicu.

Bahkan, sebuah laporan kasus tahun 2022 mencatat seorang pria berusia 63 tahun mengalami diseksi arteri setelah menjalani sesi yoga rutin.

Selain itu, edisi April jurnal Annals of Vascular Surgery melaporkan sejumlah kasus serupa yang dikaitkan dengan peregangan leher ekstrem, konsumsi alkohol berlebihan, batuk atau muntah keras, hingga manipulasi tulang belakang.

Pose Roda dan Tekanan Berlebih pada Leher

Salah satu pose yang disorot adalah pose roda, dikenal juga sebagai Urdhva Dhanurasana. Pose ini populer karena mampu membuka dada, bahu, dan pinggul sekaligus memperkuat otot lengan dan tulang belakang.

Namun, pose ini menuntut lengkungan punggung yang dalam serta posisi leher yang menekuk ke belakang secara signifikan.

Baca juga  Peringati Bulan K3, PLN Indonesia Power Mrica Perkuat Kesehatan Mental dan Aksi Donor Darah

Dokumentasi medis sejak 1973 mencatat kasus seorang wanita berusia 28 tahun yang mengalami penyempitan arteri tulang belakang dan stroke setelah melakukan pose ini.

Menurut para ahli di baonghean, tekanan berlebih pada leher, terutama jika dilakukan tanpa pemanasan atau teknik yang benar, dapat meningkatkan risiko cedera pembuluh darah.

Pose Ikan dan Bahaya Ekstensi Leher

yoga
Pose lain yang dinilai berisiko adalah pose ikan atau Matsyasana. (baonghean)

Pose lain yang dinilai berisiko adalah pose ikan atau Matsyasana. Dalam pose ini, praktisi berbaring telentang dengan dada terangkat dan leher melengkung ke belakang. Meski tampak sederhana, variasi lanjutan pose ikan dapat memberikan tekanan signifikan pada leher.

Kasus nyata dialami oleh terapis fisik Susan Eaton, yang mengalami cedera leher serius setelah melakukan versi lanjutan pose tersebut.

Beberapa hari setelah latihan, ia menderita stroke akibat pecahnya arteri karotis kiri. Para ahli menilai kasus ini sebagai contoh nyata risiko ekstensi leher yang berlebihan dalam yoga.

Hollowback Handstand dan Risiko pada Praktisi Lanjutan

yoga
Pose tingkat lanjut lainnya yang disorot adalah hollowback handstand, yaitu variasi handstand dengan lengkungan punggung dan leher yang ekstrem. (yogaismylife)

Pose tingkat lanjut lainnya yang disorot adalah hollowback handstand, yaitu variasi handstand dengan lengkungan punggung dan leher yang ekstrem. Pose ini menuntut fleksibilitas tinggi serta kontrol otot yang sangat baik.

Praktisi yoga ternama Rebecca Leigh pernah menceritakan pengalamannya saat mengalami gangguan penglihatan mendadak ketika melakukan pose ini. Dua hari kemudian, ia mengalami gejala neurologis serius dan didiagnosis mengalami pecah arteri karotis kanan yang menyebabkan stroke.

Baca juga  BPJS Keliling, Layanan Jemput Bola yang Permudah Warga Desa

Pengalaman tersebut mengejutkan, mengingat Leigh dikenal sebagai individu sehat dengan gaya hidup aktif dan pola makan seimbang.

Siapa yang Paling Berisiko?

Menurut Dr. Liff, risiko paling besar dialami oleh individu berusia lanjut, mereka yang memiliki masalah tulang belakang leher, hipertensi, atau riwayat gangguan pembuluh darah.

Namun, orang sehat pun tidak sepenuhnya bebas risiko jika memaksakan gerakan ekstrem tanpa pengawasan profesional.

Ia menekankan bahwa yoga tetap memiliki banyak manfaat, bahkan sering digunakan dalam rehabilitasi pascastroke untuk membantu pemulihan motorik. Namun, pemilihan pose dan teknik yang tepat menjadi faktor krusial.

Pentingnya Kesadaran dan Pendekatan Aman

Para ahli menyarankan agar praktisi yoga lebih memperhatikan batas kemampuan tubuh dan tidak memaksakan pose ekstrem demi estetika atau tantangan.

Instruktur yoga juga diimbau untuk memberikan modifikasi pose yang aman serta memperingatkan risiko potensial kepada muridnya.

Kesadaran akan risiko ini diharapkan tidak mengurangi minat terhadap yoga, melainkan mendorong pendekatan yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Dengan teknik yang benar dan pemahaman anatomi tubuh, yoga tetap dapat menjadi aktivitas yang menyehatkan tanpa mengorbankan keselamatan.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!