Di tengah kota Purwokerto, berdiri Monumen Gatot Soebroto, sebagai simbol penghormatan terhadap salah satu pahlawan nasional Indonesia yang lahir dan besar di Banyumas.
Monumen ini tidak hanya menjadi landmark kota, tetapi juga pengingat akan jasa-jasa Gatot Soebroto dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Gatot Soebroto lahir pada 8 Januari 1907 di Banyumas. Ia dikenal sebagai sosok militer yang disiplin dan berdedikasi tinggi.
Setelah menamatkan pendidikan militernya di sekolah militer Belanda, Gatot Soebroto kemudian aktif dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan memegang berbagai posisi strategis yang berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa awal Republik.
Jasa Gatot Soebroto bagi Bangsa dan Banyumas
Salah satu jasa Gatot Soebroto yang paling terkenal adalah perannya dalam membangun sistem kesehatan militer. Ia mendirikan Rumah Sakit Gatot Soebroto di Jakarta, yang hingga kini tetap menjadi pusat layanan kesehatan bagi anggota TNI dan masyarakat umum.
Selain itu, Gatot Soebroto juga aktif dalam pembinaan generasi muda militer dan turut mengembangkan strategi pertahanan nasional di era awal kemerdekaan.
Bagi Banyumas, Gatot Soebroto merupakan sumber inspirasi. Dedikasinya terhadap bangsa menjadi kebanggaan lokal yang diabadikan melalui monumen di Purwokerto.
Monumen ini tidak hanya sebagai tempat wisata sejarah, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat dan pelajar tentang pentingnya semangat nasionalisme dan pengabdian kepada negara.
Latar Belakang Berdirinya Monumen Gatot Soebroto
Monumen Gatot Soebroto dibuat untuk mengenang dan menghormati jasa dan perjuangan Jenderal TNI Anumerta Gatot Soebroto, yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional dengan Keputusan Presiden RI No. 222 Tahun 1962.
Monumen ini terletak di Berkoh, tepatnya di pintu masuk kota Purwokerto bagian timur.
Monumen ini berbentuk patung Jenderal Gatot Soebroto menunggang kuda, tegap dan gagah perkasa, menatap ke depan dengan kendali di tangan.
Patung tersebut terbuat dari perunggu seberat 2 ton, dengan tinggi 4 meter dari kaki kuda sampai topinya. Patung berdiri di atas landasan berbentuk silinder beton setinggi 5 meter dengan alas persegi lima, dikelilingi pagar besi.
Tak hanya itu, tempat ini dihiasi dengan lampu jalan sebanyak 23 buah dan disertai dengan pertamanan seluas 2.270 m².
Monumen Gatot Soebroto diresmikan pada 24 Mei 1982 oleh Menteri Pertahanan Keamanan atau Panglima ABRI, Jenderal TNI M. Jusuf, sebagai simbol penghormatan resmi pemerintah terhadap jasa pahlawan nasional asal Banyumas ini.
Monumen Gatot Soebroto di Purwokerto menjadi saksi bisu perjuangan seorang pahlawan yang lahir dari Banyumas. Gatot Soebroto dikenal karena perannya dalam militer, kesehatan, dan pendidikan.
Wisata Sejarah dan Nilai Edukatif
Bagi masyarakat Banyumas, monumen ini menjadi pengingat akan pentingnya meneladani sifat kepemimpinan, disiplin, dan pengabdian Gatot Soebroto. Dengan demikian, monumen ini bukan sekadar simbol, tetapi juga sarana pembelajaran bagi generasi muda agar menghargai jasa pahlawan nasional.
Monumen ini tidak sebatas menjadi ikon kota Purwokerto, tetapi juga media edukasi dan pengingat akan nilai-nilai kepahlawanan.
Dengan hadirnya monumen ini, warisan Gatot Soebroto tetap hidup dan menginspirasi generasi sekarang maupun yang akan datang untuk meneladani pengabdian dan dedikasinya terhadap bangsa.
***
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







