Mendikdasmen Resmikan 28 Gedung Sekolah di Banjarnegara, Revitalisasi Pendidikan Capai Rp29 Miliar

Syarif TM
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan 28 gedung sekolah hasil revitalisasi di Banjarnegara. Proyek senilai Rp29 miliar ini menyiapkan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas. (Syarif/SB)

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 28 satuan pendidikan hasil revitalisasi di Kabupaten Banjarnegara yang telah rampung 100 persen pada tahun 2025. Peresmian dilakukan secara serentak di SMP Negeri 2 Wanadadi, Senin (26/1/2026).

Revitalisasi tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas, dengan total anggaran lebih dari Rp29 miliar.

“Di Banjarnegara, tahun 2025 terdapat 28 satuan pendidikan yang direvitalisasi, terdiri dari 1 SLB, 3 TK, 4 SD, 13 SMP, dan 7 SMA. Seluruh pembangunannya telah selesai 100 persen,” ujar Abdul Mu’ti.

28 Sekolah Direvitalisasi, dari TK hingga SMA

Menurut Mendikdasmen, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan bermutu.

Banjarnegara menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil menyelesaikan program revitalisasi tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baca juga  Demi Kemanusiaan! 34 Relawan PMI Banjarnegara Ditempa Jadi Garda Terdepan

Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah

Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengungkapkan rencana besar pemerintah di tahun 2026. Sesuai arahan Presiden, sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia akan mendapatkan program revitalisasi.

Saat ini, anggaran sebesar Rp14 triliun untuk sekitar 11 ribu satuan pendidikan telah masuk ke DPR dan sedang dalam tahap verifikasi serta validasi.

“Jika proses verifikasi berjalan lancar, pembangunan bisa dimulai pada Maret 2026. Targetnya, saat tahun ajaran baru Juli 2026, bangunan sudah bisa dimanfaatkan,” katanya.

Selain meresmikan gedung sekolah, Mendikdasmen juga mengingatkan para pelajar untuk menghayati dan mengamalkan Ikrar Pelajar Indonesia yang dibacakan setiap hari Senin di sekolah.

Menurutnya, ikrar tersebut memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus memperkuat pendidikan karakter.

“Ikrar ini mengajak pelajar untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air,” katanya.

Perkuat Nasionalisme dan Tekan Kekerasan di Sekolah

Abdul Mu’ti menambahkan, Ikrar Pelajar Indonesia juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menanamkan jiwa nasionalisme serta menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah.

Baca juga  Mudik Gratis Lebaran 2026 Jateng: Ini Jadwal, Titik Berangkat, dan Waktu Pendaftaran

Dengan menumbuhkan rasa saling menghormati dan kasih sayang antar pelajar, diharapkan sekolah menjadi ruang yang aman dan menyenangkan.

“Harapannya, anak-anak lebih semangat belajar, sekolah menjadi tempat yang nyaman, penuh toleransi, serta melahirkan generasi yang cinta tanah air,” katanya.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.