Pengemis Cacat di India Ini Ternyata Jutawan, Punya Mobil dan Sopir Pribadi

Santo
Pengemis cacat di India ini, ternyata jutawan. Sebuah kisah tak biasa menghebohkan kota Indore, negara bagian Madhya Pradesh, India. (tuoitre)

Pengemis cacat di India ini, ternyata jutawan. Sebuah kisah tak biasa menghebohkan kota Indore, negara bagian Madhya Pradesh, India.

Seorang pria yang selama ini dikenal sebagai pengemis cacat di kawasan pasar malam Sarafa ternyata memiliki aset bernilai besar, mulai dari rumah, kendaraan pribadi, hingga sopir.

Fakta tersebut mencuat setelah aparat pemerintah setempat membawa pria tersebut untuk diperiksa dalam rangka penyelidikan dugaan praktik pengemisan terorganisir.

Pria itu dijuluki publik sebagai “pengemis jutawan” karena gaya hidupnya yang kontras dengan penampilannya sehari-hari.

Selama bertahun-tahun, ia kerap terlihat duduk di pasar malam dengan kondisi fisik yang memunculkan simpati warga. Namun di balik citra tersebut, aparat menemukan indikasi kekayaan yang jauh dari gambaran seorang pengemis jalanan.

Ditangkap Saat Terima Uang di Pasar Malam Sarafa

Peristiwa bermula pada 17 Januari, ketika petugas dari Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indore melakukan operasi pengawasan di pasar Sarafa. Kawasan tersebut dikenal ramai pada malam hari dan kerap menjadi lokasi berkumpulnya para pengemis.

Dalam operasi tersebut, petugas mendapati seorang pria cacat tengah menerima uang dari pengunjung pasar. Ia kemudian diamankan untuk dibawa ke fasilitas kesejahteraan sosial guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca juga  Benih Inpago Unsoed Protani, Varietas Unggulan Ini Diklaim Bisa Mengubah Nasib Petani

Aparat mencurigai pria tersebut sebagai bagian dari praktik pengemisan terorganisir yang telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah.

Identitas Asli: Mahakal atau Mangilal

Setelah dilakukan pendataan, pria tersebut diketahui bernama Mahakal, yang juga dikenal dengan nama Mangilal. Ia selama ini dikenal masyarakat sekitar sebagai sosok penyendiri dengan kondisi fisik terbatas, kerap berkeliling menggunakan gerobak besi tua.

Menurut penuturan Mangilal sebagaimana dikabarkan media Tuoitre, nama Mahakal diberikan kepadanya karena ia lahir di Ujjain pada tahun 1956, bertepatan dengan festival keagamaan Simhasth.

Sementara julukan Mangilal, menurutnya, berasal dari kebiasaannya dalam dunia usaha yang sering berkaitan dengan urusan pinjam-meminjam, istilah yang dalam bahasa setempat memiliki konotasi khas.

Terungkap Punya Tiga Rumah dan Mobil dengan Sopir

pengemis
Pengemis cacat di India ini, ternyata jutawan di kota Indore, negara bagian Madhya Pradesh, India. (tuoitre)

Hasil penyelidikan awal pihak berwenang mengejutkan publik. Mangilal tercatat memiliki tiga unit rumah di wilayah Indore, sebuah mobil Suzuki Dzire lengkap dengan sopir pribadi, serta tiga kendaraan roda tiga atau tuk-tuk yang disewakan kepada pihak lain.

Temuan tersebut menimbulkan dugaan bahwa kekayaan itu berasal dari aktivitas mengemis dalam jangka panjang.

Aparat menyebutkan bahwa Mangilal kerap menerima uang tunai dari warga, dengan estimasi antara 500 hingga 1.000 rupee per hari. Angka ini dinilai signifikan jika dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Bantahan Keras: “Saya Bukan Pengemis”

Menanggapi tuduhan tersebut, Mangilal memberikan bantahan keras. Saat ditemui reporter surat kabar Bhaskar di biara Sevadhaam, Ujjain, tempat ia sementara tinggal, Mangilal menegaskan bahwa dirinya bukan pengemis seperti yang dituduhkan.

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di pasar Sarafa pada malam hari bukan untuk meminta-minta, melainkan untuk menagih uang dari orang-orang yang sebelumnya ia beri pinjaman.

Baca juga  Januari 2026 Masih Ada Long Weekend, Libur 3 Hari Berturut-turut

Karena akses kendaraan ke pasar terbatas, ia memilih duduk di becak. Kondisi itulah yang, menurutnya, memicu kesalahpahaman.

“Banyak orang mengira saya mengemis karena melihat kondisi saya. Mereka memasukkan uang ke saku saya meski sudah saya tolak,” ujar Mangilal.

Mengaku Kaya dari Usaha Pinjaman Kecil

Mangilal mengklaim bahwa sumber utama penghasilannya berasal dari usaha meminjamkan uang dalam jumlah kecil kepada masyarakat kurang mampu.

Ia menyebut memberikan pinjaman sebesar 1.000 hingga 2.000 rupee kepada pedagang kecil agar bisa berjualan.

Sistemnya sederhana: uang dipinjamkan pada pagi hari dan dikembalikan pada sore hari dengan bunga ringan. Menurutnya, skema tersebut membantu masyarakat kecil sekaligus memberinya penghasilan rutin.

Ia mengungkapkan bahwa pendapatan bulanannya berkisar antara 50.000 hingga 60.000 rupee. Selain dari usaha pinjaman, ia juga memperoleh penghasilan dari menyewakan kendaraan dan properti.

Penyewaan tiga kendaraan roda tiga disebut menghasilkan sekitar 27.000 rupee per bulan, sementara satu rumah disewakan dengan tarif 16.000 hingga 18.000 rupee.

Latar Belakang Hidup yang Penuh Pergulatan

Mangilal mengisahkan bahwa ia berasal dari Khargone dan merantau ke Indore sejak usia 12 tahun.

Awalnya, ia bekerja sebagai pengantar karung goni untuk pedagang pasar dengan sistem komisi. Dari pekerjaan sederhana itulah ia mulai membangun jaringan dan perlahan mengumpulkan modal usaha.

Dalam kehidupan pribadi, Mangilal mengaku tinggal bersama ibunya yang berusia hampir 100 tahun serta seorang cucu.

Ia juga mengungkapkan hubungan yang telah lama renggang dengan putri kandungnya sejak mantan istrinya menikah lagi. Hubungan keluarga yang retak itu, menurutnya, menjadi salah satu beban emosional dalam hidupnya.

Baca juga  Barasuara Serukan Kepedulian untuk Warga Terdampak Bencana Alam di Sumatera

Tidak Punya Ahli Waris, Ingin Sumbangkan Harta

Soal masa depan, Mangilal menyatakan tidak memiliki ahli waris yang akan mewarisi kekayaannya.

Ia mengaku berniat menyumbangkan aset yang dimilikinya untuk kegiatan sosial, termasuk mendukung pendidikan dan membantu perempuan miskin agar dapat membangun kehidupan yang lebih baik.

Pernyataan tersebut memunculkan simpati sekaligus perdebatan di tengah masyarakat, terutama terkait batasan antara kegiatan sosial, bisnis informal, dan praktik yang dianggap melanggar aturan.

Penyelidikan Aparat Masih Berlangsung

Pihak Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indore menegaskan bahwa kasus ini belum ditutup.

Mangilal diketahui telah berada dalam pemantauan selama sekitar satu setengah bulan sebelum akhirnya diamankan.

Menurut perwakilan otoritas setempat, penyelidikan difokuskan pada asal-usul aset yang dimiliki Mangilal serta legalitas aktivitas ekonominya.

“Kami telah mengidentifikasi rumah dan kendaraan. Yang masih kami dalami adalah bagaimana aset-aset itu diperoleh,” ujar pejabat tersebut.

Polemik di Tengah Masyarakat India

Kasus “pengemis jutawan” ini memicu diskusi luas di India. Banyak pihak mempertanyakan batas tipis antara mengemis, menerima uang karena belas kasihan, dan menjalankan usaha informal di ruang publik.

Di satu sisi, Mangilal dianggap memanfaatkan empati masyarakat. Di sisi lain, ia mengklaim hanya korban salah persepsi akibat kondisi fisik dan aktivitas ekonominya.

Hingga kini, publik masih menanti hasil akhir penyelidikan untuk mengetahui apakah kisah ini merupakan bentuk penipuan terselubung atau potret kompleks kehidupan kelas bawah di kota besar India.

 

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.