PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah memacu kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran 2026. Provinsi ini diproyeksikan menjadi simpul utama perlintasan nasional, mengingat sebagian besar arus dari Jawa Timur, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta melintasi wilayahnya.
Ahmad Luthfi menegaskan, pihaknya siap menyambut jutaan pemudik yang akan melintas maupun pulang kampung ke Jawa Tengah.
“Hari ini Jawa Tengah menjadi seksi, karena arus mudik Lebaran 2026 dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, semuanya lewat wilayah kita,” ujar Luthfi dalam rapat koordinasi bersama Dudy Purwagandhi dan Lasarus.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sekitar 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode mudik Lebaran 2026. Secara nasional, Jawa Tengah juga menjadi destinasi favorit dengan estimasi total pergerakan mencapai 38,71 juta orang.
4.817 Titik Jalan Rusak Ditangani, Target Rampung H-10 Lebaran
Menghadapi lonjakan tersebut, Pemprov Jawa Tengah memantapkan kondisi jalan provinsi sepanjang hampir 2.200 kilometer. Tingkat kemantapan jalan saat ini telah mencapai 94 persen, termasuk yang tertinggi di Indonesia.
Meski demikian, terdapat 4.817 titik lubang akibat faktor usia jalan dan dampak cuaca ekstrem. Seluruhnya telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan.
“Kita pastikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Saat ini dalam proses penanganan perbaikan,” kata Luthfi.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta seluruh perbaikan, khususnya di jalur Pantura, dapat diselesaikan paling lambat H-10 Lebaran guna meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan.
Ia menilai tingkat kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah sudah mendekati jalan nasional yang berada di angka 97 persen. “Artinya tinggal 3 persen lagi. Kita berkeyakinan bisa diselesaikan hingga 100 persen,” ujarnya.
Posko Angkutan Mudik Lebaran 13–30 Maret 2026, Antisipasi Nyepi dan Idulfitri
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, Posko Angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13–30 Maret 2026 selama 18 hari.
Tahun ini, Idulfitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi sehingga dibutuhkan koordinasi lintas sektor untuk mengelola dua momentum besar tersebut.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI, Pemprov Jawa Tengah optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




