Gunung Slamet Masih Waspada Kendati Suhu Kawah Turun, Warga Diminta Tak Panik

Taufik
Gunung Slamet Waspada/ (Foto :Dok)

Gunung Slamet mengalami penurunan suhu dibandingkan pengukuran sebelumnya. Kondisi tersebut diketahui setelah dilakukan pengukuran di Pos Pemantauan Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Selasa (14/4/2026).

Terdapat Penurunan Suhu

Gunung Slamet menurut petugas Posko Pendakian  Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Syaiful  Amin membenarkan hal tersebut. Disampaikan pemantauan dan pengukuran yang dilakukan Selasa (14/4/2026)  menunjukkan suhu maksimum (hot spot) di kawah masih tergolong tinggi. “Namun, terdapat penurunan sekitar 1,1°C dibandingkan pengukuran sebelumnya.

Kondisi Termal Masih Waspada

Meski terjadi sedikit penurunan, kondisi termal masih perlu diwaspadai karena aktivitas panas di kawah tetap signifikan. Pihaknya terus perkembangan terbaru dan tetap ikuti rekomendasi dari pihak berwenang. “Secara umum kondisi aman aman saja. Masyarakat di lereng  masih tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya

Sebelumnya diberitakan, suhu kawah di Gunung Slamet mengalami peningkatan pada Jumat (3/4/2026). Dilaporkan bahwa magma gunung tersebut sudah sangat dekat dengan permukaan/puncak. Oleh karena itu radius jarak pendakian dibatasi.

Peningkatan Suhu Kawah

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapinindriat ketika dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Disampaikan, pihaknya menerima informasi dari pengamat gunung api. “Terjadi peningkatan hembusan dan suhu kawah Gunung Slamet.  Sehingga potensi erupsi cukup tinggi. Kami diminta melakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Baca juga  Dulu Parah, Kini Jalan di Sadang Kebumen Jadi Mulus

Perbandingan Suhu Kawah

Perbandingan, pada tahun 2024 suhu kawah   berkisar 247 derajat Celcius dan tahun 2026 menjadi 411 derajat Celcius. Terdapat peningkatan suhu di bagian kawah. Ditambahkan, saat ini status  masih level II. “Rekomendasi, masyarakat/pendaki/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius bahaya sejauh 3 km dari puncak,” terangnya.

Terletak di Lima Kabupaten

Gunung api Slamet adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncaknya 3432 mdpl. Secara administratif terletak dalam lima kabupaten, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis berada pada posisi 7° 14.30′ LS dan 109° 12.30′ BT. Gunungapi Slamet dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) yang berada di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.