Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > GP Ansor Banyumas: Bahaya Tambang dan Alarm Ekologis yang Tidak Boleh Diabaikan
Banyumas

GP Ansor Banyumas: Bahaya Tambang dan Alarm Ekologis yang Tidak Boleh Diabaikan

Besari
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025 17:39
Besari
Membagikan
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Banyumas, Rachmat Kurniawan.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Banyumas, Rachmat Kurniawan. (Foto: Besari)
Membagikan

Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banyumas mengeluarkan peringatan serius mengenai ancaman eksploitasi tambang di wilayah mereka. Desakan ini muncul menyusul penolakan warga di berbagai lokasi dan setelah melihat rangkaian bencana ekologis yang parah di Sumatera.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Banyumas, Rachmat Kurniawan, menyatakan bahwa penolakan masyarakat terhadap rencana penambangan, mulai dari granit di Baseh, Kedungbanteng, hingga galian C di Gandatapa Sumbang, harus dipandang sebagai “alarm ekologis yang tidak boleh diabaikan”.

“Respons masyarakat ini bukan sekadar dinamika sosial, melainkan ekspresi kegelisahan kolektif atas ancaman kerusakan lingkungan yang semakin nyata,” katanya, Kamis (11/12/2025).

Isu Lingkungan Sebagai Tanggung Jawab Generasi

Menurut Ansor, isu penambangan harus dianalisis secara kritis-transformatif, menuntut adanya perubahan sistemik agar setiap kebijakan pembangunan selalu memprioritaskan keberlanjutan bagi masa depan.

Rachmat mengingatkan bahwa lokasi-lokasi yang menjadi target penambangan, seperti Sumbang, Baturaden, dan Kedungbanteng, adalah kawasan sensitif secara ekologis.

Daerah resapan air, penyangga bencana, dan sumber kehidupan bagi ribuan warga. Ia memperingatkan, aktivitas tambang yang tidak menghormati daya dukung lingkungan berisiko memicu degradasi lahan, sedimentasi sungai, dan bencana baru.

Baca juga  Isu Hutan Gundul Gunung Slamet Bikin Resah: Bukan Aktivitas Tambang, Tapi Bekas Proyek Panas Bumi?

“Kami tidak anti pembangunan. Tetapi, pembangunan yang mengorbankan keselamatan ekologis pada akhirnya akan kembali menjadi beban sosial, ekonomi, bahkan moral,” katanya.

Oleh karena itu, ia mendesak agar kebijakan tambang harus didasarkan pada kajian yang jujur, partisipatif, dan data, bukan sekadar kepentingan jangka pendek.

Keprihatinan GP Ansor Banyumas semakin kuat setelah mencermati bencana berulang di Sumatera, seperti longsor, banjir, dan kerusakan infrastruktur. Rachmat menyebut tragedi ini sebagai bukti nyata bahwa krisis ekologis telah menjadi kenyataan pahit.

“Peristiwa ini seharusnya menjadi cermin bagi kita di Banyumas. Jangan menunggu nasib yang sama hanya karena kita abai terhadap lingkungan hari ini,” kata Rachmat.

“Introspeksi ini penting agar kita tidak mengulang kesalahan dengan mengizinkan eksploitasi ruang tanpa kendali,” tambahnya.

GP Ansor Banyumas menyerukan kepada seluruh pihak—mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga generasi muda—untuk bersatu dalam kesadaran bahwa kelestarian lingkungan adalah fondasi utama kesejahteraan.

“Alam adalah amanah yang diwariskan Tuhan kepada kita. Ketika bencana melanda saudara-saudara kita di daerah lain, itu adalah peringatan agar kita tidak lalai. Kesadaran ekologis bukan hanya urusan sains, tetapi juga urusan iman dan tanggung jawab kemanusiaan,” kata dia.

Baca juga  Sadewo Pimpin PDI Perjuangan Banyumas 2025-2030, Ini Susunan Lengkap Pengurusnya 

Ansor berharap peristiwa ini menjadi momen refleksi bersama untuk menjaga Banyumas agar tetap lestari dan layak diwariskan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:gp ansor banyumasgunung slametpertambangan
Artikel Sebelumnya Maristza Qaireen Al Ayesha Maristza Qaireen Mengharumkan Banyumas Melalui Dongeng 
Artikel Selanjutnya Saksi Terkuak! Polisi Periksa 4 Orang Terkait Pembunuhan Sadis Pengacara Purwokerto di Cilacap
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
es brasil purwokerto
Banyumas

Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Oleh Kurnia
djoko susanto
Banyumas

Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung

Oleh Besari
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?