Pengusaha Las Banjarnegara Libatkan 150 Warga Kerjakan Proyek Nasional 10 Ribu Pintu Folding

Syarif TM
Pengusaha las Banjarnegara garap pintu folding KDMP, libatkan pekerja lokal. (dok. pribadi)

PEMBANGUNAN Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi berkah tersendiri bagi Saidin, pengusaha las Udin Meriah Group asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, yang dipercaya mengerjakan hingga 10 ribu pintu folding untuk gedung KDMP di berbagai wilayah Indonesia.

Kepercayaan tersebut bermula ketika seorang pemborong mendatangi langsung bengkel miliknya untuk melihat proses produksi dan kapasitas pengerjaan.

“Awalnya pemborong datang ke tempat saya, lalu tertarik dan akhirnya bekerja sama,” ujar Saidin.

Sudah Produksi 6.500 Pintu Folding, Target Rampung Agustus

Saidin mengungkapkan, proyek pengerjaan pintu folding sudah berjalan sejak sebelum Lebaran 2026. Hingga saat ini, sekitar 6.500 unit pintu folding telah selesai diproduksi.

Sementara itu, total target pengerjaan mencapai 10 ribu unit dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.

“Targetnya 10 ribu pintu sampai Agustus. Sebenarnya masih ada tambahan pesanan lagi, tetapi sebagian kami tolak karena khawatir kesulitan material,” katanya.

Baca juga  14 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang, Kebakaran Hebat di Banjarnegara

Ribuan pintu folding tersebut dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, hingga Jawa Tengah. Selain proyek nasional, pihaknya juga mengerjakan sejumlah proyek pintu folding di wilayah Banjarnegara.

Libatkan 150 Pekerja dari Warga Sekitar

Untuk memenuhi tingginya permintaan produksi, Saidin melibatkan sekitar 150 pekerja. Mayoritas tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar tempat usahanya berdiri di Kecamatan Mandiraja.

Dalam sehari, bengkel las miliknya mampu memproduksi sekitar 80 hingga 100 pintu folding.

Menurut Saidin, keberadaan proyek berskala besar tersebut ikut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama saat proses pengiriman barang ke luar daerah.

“Kalau ada pengiriman besar ke luar kota, banyak warga sekitar ikut membantu packing dan bongkar muat,” ujarnya.

Ketersediaan Material Jadi Tantangan Utama

Di balik besarnya proyek yang dikerjakan, Saidin mengaku menghadapi tantangan dalam ketersediaan bahan baku. Selain pasokan material yang terkadang sulit diperoleh, harga bahan juga terus mengalami kenaikan.

Ia menjelaskan, material produksi didatangkan dari sejumlah pabrik dan supplier di Jakarta yang selama ini telah menjadi rekanan usahanya.

Baca juga  36 Huntap Aribaya Banjarnegara Diresmikan Gubernur Jateng, Warga Terdampak Tanah Bergerak Bisa Lebaran di Rumah Baru

“Material kami ambil dari beberapa pabrik dan supplier di Jakarta yang sudah lama bekerja sama dengan kami. Untuk kualitas, kami menggunakan bahan seperti galvalum dan material campuran sesuai kebutuhan produksi,” katanya.

Keberhasilan Saidin menembus proyek nasional menjadi bukti bahwa pelaku usaha daerah memiliki peluang besar untuk bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan skala nasional.

*Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!