Bidik Pasar Baru UMKM, Dekranasda Jateng Boyong 12 Stan ke Makassar

Nestya Zahra
Ketua Dekranasda saat melihat produk unggulan Jateng yang akan ikut dalam expo di Makassar. (dok. Pemprov)

DEWAN Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah membawa 12 peserta untuk mengikuti pameran HUT ke-46 Dekranas Expo yang akan digelar di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9-12 Juli 2026.

Melalui Paviliun Jawa Tengah, berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM dan pengrajin dari sejumlah daerah di Jawa Tengah akan diperkenalkan kepada pasar nasional.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan keikutsertaan dalam expo nasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas promosi sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk kerajinan daerah.

“Dari 12 stan ini akan menjadi satu sentral Paviliun Jawa Tengah. Di dalamnya ada keterwakilan produk dari 35 kabupaten/kota, termasuk dukungan dari BI, Bank Jateng, dan 10 Dekranasda kabupaten/kota,” ujarnya.

Batik hingga Sepatu Rajut Magelang Siap Tembus Pasar Nasional

Berbagai produk unggulan yang dibawa Dekranasda ke Makassar telah melalui proses kurasi. Produk tersebut di antaranya batik khas Sragen, bordir Kudus, hingga sepatu rajut asal Magelang yang dinilai memiliki potensi besar menembus pasar nasional.

Baca juga  Sport Tourism Kian Bergairah, Ribuan Pelari Padati Kota Magelang dalam Event Tidar Borobudur 10K

Menurut Nawal, Dekranasda Jawa Tengah juga tetap memberikan ruang bagi produk-produk UMKM yang sebelumnya belum sempat terakomodasi agar dapat tampil dalam ajang pameran berskala nasional tersebut.

“Semua produk yang dibawa melalui proses kurasi. Bahkan produk yang sebelumnya belum terakomodasi tetap kami dorong agar bisa ikut tampil di Makassar,” katanya.

Ia optimistis partisipasi Jawa Tengah dalam Dekranas Expo dapat meningkatkan daya saing pengrajin sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis baru dengan pasar luar daerah.

Tantangan UMKM Jaga Kualitas dan Kuantitas Produksi

Meski peluang pasar dinilai besar, Nawal mengingatkan adanya tantangan yang kerap muncul setelah permintaan produk meningkat, yakni kemampuan pengrajin dalam menjaga kualitas serta memenuhi kapasitas produksi.

“Biasanya setelah expo pesanan meningkat. Tantangannya bagaimana pengrajin mampu menjaga kualitas dan memenuhi kuantitas produk. Ini yang perlu terus didampingi,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlanjutan pasar, Dekranasda Jawa Tengah bersama Bank Indonesia akan melakukan monitoring transaksi dan tindak lanjut komunikasi dengan pembeli agar tercipta pelanggan tetap bagi pelaku UMKM.

Baca juga  Sumanto Bilang Produk UMKM Harus Unik

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, produk UMKM Jawa Tengah mendapatkan respons positif dari pengunjung. Pada ajang serupa tahun 2025, total transaksi penjualan tercatat mencapai lebih dari Rp926 juta.

“Kesempatan ini jangan sampai disia-siakan karena daya beli masyarakat di sana cukup tinggi. Biasanya produk yang dibawa hampir habis terjual,” katanya.

Dekranasda Usung Konsep Kampung Joglo Bernuansa Budaya Jawa

Selain menampilkan produk kerajinan unggulan, Dekranasda Jawa Tengah juga akan menghadirkan konsep “Kampung Joglo” dengan nuansa budaya khas Jawa untuk menarik perhatian pengunjung.

Setiap stan nantinya tidak hanya memamerkan produk UMKM, tetapi juga menyuguhkan makanan ringan dan minuman khas daerah sebagai bagian dari promosi budaya dan kuliner Jawa Tengah.

Nawal turut mengapresiasi semangat kebersamaan daerah-daerah di Jawa Tengah yang memilih bergabung dalam satu paviliun bersama meski memiliki potensi membuka stan mandiri.

“Ini menunjukkan keguyuban Jawa Tengah. Produk kerajinan dari daerah-daerah kita sangat luar biasa dan punya daya saing tinggi,” ujarnya.

*Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37 Persen, Lampaui Nasional, Sukses Tekan Kemiskinan