Sport Tourism Kian Bergairah, Ribuan Pelari Padati Kota Magelang dalam Event Tidar Borobudur 10K

Syarif TM
Ribuan peserta mengikuti Tidar Borobudur 10K (dok.Pemprov)

GELARAN perdana Tidar Borobudur 10K sukses mencuri perhatian pecinta olahraga lari dari berbagai daerah di Indonesia. Event yang digelar di Kota Magelang pada Minggu (24/5/2026) itu diikuti sekitar 8.000 peserta dari kategori 10K, 5K, dan 3K.

Start dan finish lomba dipusatkan di Alun-alun Kota Magelang dengan suasana meriah sejak pagi hari. Ribuan peserta tampak memadati kawasan pusat kota, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat umum dari berbagai kelompok usia.

Tak sedikit peserta yang mengikuti lomba bersama keluarga. Sejumlah runner bahkan terlihat mendorong stroller sambil membawa balita menikmati rute lari dengan santai.

Keseruan event semakin terasa dengan hadirnya peserta berkostum unik yang menarik perhatian penonton dan pelari lainnya. Mulai dari kostum cone lalu lintas, busana karnaval warna-warni, hingga kostum bertema lingkungan turut memeriahkan suasana lomba.

Baca juga  Pertamina Pastikan Stok BBM, LPG, hingga Avtur di Jateng-DIY Aman Jelang Iduladha

Bima Arya Sebut Tidar Borobudur 10K Jadi Salah Satu Event Lari Terbesar di Jateng

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang ikut ambil bagian pada kategori 5K memuji atmosfer penyelenggaraan dan rute lari di Kota Magelang.

Menurutnya, jalur yang disuguhkan terasa nyaman dengan udara sejuk sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta.

“Ini salah satu event terbesar di Jawa Tengah bahkan Indonesia. Saya doakan tahun depan lebih meriah lagi. Rutenya keren dan sejuk,” ujar Bima Arya.

Pemprov Jateng Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Jasa di Magelang

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai Tidar Borobudur 10K memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi jasa di Kota Magelang.

Menurutnya, tren sport tourism saat ini berkembang pesat dan mampu menarik kunjungan wisatawan ke berbagai daerah.

“Untuk event pertama ini sudah luar biasa. Pesertanya hampir 8.000 orang dan Pemprov Jateng tentu sangat mendukung karena Kota Magelang merupakan kota jasa. Event olahraga seperti ini bisa mendatangkan banyak orang,” katanya.

Baca juga  Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal, FinExpo 2025 Ajak Masyarakat Banyumas Kelola Keuangan dengan Cerdas

Ia berharap event tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik dan nyaman bagi peserta.

“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Nanti tentu akan dievaluasi agar penyelenggaraan berikutnya bisa lebih baik, lebih nyaman, dan pesertanya semakin banyak,” ujarnya.

Rute Menantang dan Dukungan Warga Jadi Daya Tarik Event

Atmosfer kompetitif juga terasa di garis finis. Sakban, pelari asal Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi finisher pertama kategori 5K, mengaku terkesan dengan kemeriahan event di Kota Magelang.

Ia menyebut Tidar Borobudur 10K memiliki tantangan tersendiri dibanding event lari lain yang pernah diikutinya, terutama dari sisi elevasi lintasan yang cukup menantang.

“Ini lebih meriah dibanding event fun run lain. Tanjakannya juga cukup menantang,” katanya.

Meski berhasil finis pertama, Sakban mengaku catatan waktunya belum sesuai target akibat medan lintasan yang cukup berat.

“Target waktu belum tercapai karena elevasinya banyak, tapi alhamdulillah bisa finis pertama,” ujarnya.

Sepanjang rute lomba, warga Kota Magelang tampak antusias memberikan dukungan kepada para pelari. Sorakan semangat dari masyarakat membuat suasana Tidar Borobudur 10K semakin hidup hingga peserta terakhir melewati garis finis.

Baca juga  Wajah Baru Galeri Dekranasda Jateng, Etalase Produk UMKM 35 Daerah Kini Lebih Modern

Event ini sekaligus memperkuat posisi Magelang sebagai salah satu destinasi sport tourism baru di Jawa Tengah yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

*Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!