Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus menjadi peserta dalam ajang QRIS Purwokerto Run 2026 yang berpusat di Kompleks Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (21/6/2026).
Ajang lari yang diikuti lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Kreatif Serayu (KKS) Banyumas Digifest 2026. Acara tahunan tersebut diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto.
Didampingi sang istri, Denita Dimas Prasetyahani, Wabup Dimas berhasil menyelesaikan rute kategori 5 kilometer (5K). Sebagai informasi, QRIS Purwokerto Run 2026 membagi kompetisi menjadi dua kategori, yakni 5K yang diikuti 1.200 peserta dan 10K yang menyedot 2.000 pelari.
”Alhamdulillah, ini kali kedua saya dan istri kembali menjadi finisher kategori 5K. Dua pekan lalu kami juga berpartisipasi dalam Youth Rise Run Purbalingga 2026,” ujar Dimas usai mencapai garis finish.
Menurut Dimas, event ini memiliki nilai strategis yang lebih luas dari sekadar olahraga dan kampanye gaya hidup sehat. Kehadiran ribuan massa menjadi sarana yang sangat efektif untuk mengenalkan dan memperluas ekosistem pembayaran digital, khususnya QRIS, kepada masyarakat dan pelaku usaha lokal.
”Event ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga menjadi salah satu upaya memberdayakan UMKM melalui digitalisasi agar mereka bisa semakin sejahtera, modern, dan memiliki daya saing yang tinggi,” tuturnya.
Selain kompetisi lari, KKS Banyumas Digifest 2026 yang berlangsung selama dua hari (20–21 Juni) juga dimeriahkan oleh bazar UMKM, pertunjukan seni musik dan tari, hingga festival kenthongan pada Sabtu malam. Dimas berharap kolaborasi antarwilayah di eks-Keresidenan Banyumas dapat terus diperkuat melalui kegiatan serupa.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menjelaskan bahwa KKS Digifest tahun ini telah memasuki penyelenggaraan ketiga. Tahun ini, BI mengusung tema ‘Penguatan Sinergi dan Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan’.
”Kegiatan ini menjadi wadah promosi sekaligus penguatan kapasitas UMKM di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap. Targetnya jelas, agar UMKM naik kelas, kesejahteraan meningkat, dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin kuat,” kata Christoveny.
Dalam festival ekonomi digital tersebut, lebih dari 100 UMKM lokal turut ambil bagian memamerkan produk-produk unggulan mereka, mulai dari kain wastra, kerajinan tangan (kriya), hingga kuliner khas daerah yang semuanya telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



