MENTERI PU PR Dody Hanggodo meninjau lokasi longsor Pandanarum untuk memastikan proses evakuasi korban longsor Pandanarum. Penambahan jumlah alat berat menjadi 18 unit dilakukan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban.
Upaya percepatan pencarian dan evakuasi korban longsor Pandanarum yang terjadi di Dusun Situkung, Desa/Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara terus ditingkatkan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, turun langsung meninjau lokasi terdampak dan memastikan tambahan alat berat dikerahkan untuk memaksimalkan proses evakuasi.
Dengan tambahan dukungan tersebut, total 18 unit alat berat kini bekerja di area longsor, mulai dari excavator berukuran kecil hingga besar, lengkap dengan operator dan dukungan logistik lapangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Bencana Longsor Pandanarum. Salah satu fokus kami adalah mempercepat penyodetan embung di area atas yang berpotensi membahayakan jika volume air tidak dikurangi,” ujar Menteri Dody di lokasi bencana.
Sodet Embung Untuk Cegah Longsor Susulan
Ia menjelaskan, keberadaan embung di atas titik longsor menjadi perhatian serius, karena jika endapan tanah jebol akibat curah hujan, air dan lumpur dapat mengalir ke titik pencarian dan mengancam keselamatan tim SAR.
“Penyudetan harus dilakukan cepat. Pipa sudah kami kirim sejak semalam dan hari ini mulai terpasang agar air dapat dialirkan. Ini penting agar saat hujan turun sore atau malam, air tidak meluap ke permukiman,” tegasnya.
Kementerian PUPR memastikan dukungan tidak hanya berupa alat berat dan operator, tetapi juga kebutuhan lain seperti suplai solar dan perlengkapan teknis. “Kalau masih kurang, kami siap tambah. Kami mendukung penuh proses pencarian dan penyelamatan korban,” tambah Dody.
Progres Cepat Tangani Longsor Pandanarum
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas respon cepat pemerintah pusat dalam penanganan bencana tanah longsor Pandanarum.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri atas dukungan alat berat dan bantuan teknis lainnya. Semua ini sangat membantu percepatan evakuasi korban,” ungkap Bupati Amalia.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung mengingat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang tinggi menjadi tantangan utama di lapangan. Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, relawan, hingga berbagai kementerian/lembaga terus bekerja tanpa henti untuk menemukan para korban yang masih dilaporkan hilang.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.





