SEBAGAI bagian dari komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bupati Banjarnegara dr Amalia membuka Juragan UMKM yang dilaksanakan di Pendopo Dipayudha Banjarnegara.
Kegiatan bertajuk Juragan UMKM yang diikuti sekitar 200 pelaku UMKM ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat digitalisasi usaha, meningkatkan branding produk lokal, serta membuka akses pemasaran melalui platform e-commerce dan ekosistem digital.
Juragan UMKM Adalah Pilar Penggerak Ekonomi
Dalam sambutannya, Bupati Amalia menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan upaya strategis untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya memiliki cita-cita untuk mengurangi pengangguran di Banjarnegara, salah satunya dengan meningkatkan UMKM, termasuk adanya gelaran juragan UMKM ini. Ada pelaku usaha di ujung desa yang mampu memberdayakan ratusan ibu-ibu hingga ekonomi mereka meningkat. Ini menjadi inspirasi dan semangat bagi kita,” ucapnya.
Amalia menambahkan bahwa sektor kopi Banjarnegara juga telah menjadi salah satu bukti keberhasilan UMKM lokal. Saat ini, ratusan pelaku usaha kopi telah mampu menyerap tenaga kerja dan menghasilkan produk yang mulai dikenal secara nasional.
Produk Banjarnegara Berprestasi Nasional dan Siap Ekspor
Dalam penyampaiannya, Bupati Amalia juga mengungkapkan sejumlah pencapaian membanggakan dari produk daerah.
- Juara 2 Nasional Kopi Arabika
- Juara 3 Nasional Kopi Robusta
- Produk Mocaf Banjarnegara telah masuk pasar ekspor
Selain itu, ia menyebut bahwa beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan studi banding untuk mengadopsi program pengembangan UMKM dari Banjarnegara.
“Kami berharap acara ini menjadi jalan rezeki bagi para pelaku UMKM. Terima kasih kepada kementerian atas kolaborasi yang insyaallah akan terus berlanjut,” katanya.
Kementerian UMKM: Tren Belanja Masyarakat Kini Berbasis Konten Pendek
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Ari Anindya Hartika, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pola belanja masyarakat saat ini telah berubah.
“Perilaku belanja masyarakat sudah bergeser ke arah konten video pendek. Tren ini terbukti mampu meningkatkan penjualan UMKM secara signifikan,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kompetensi digital bagi pelaku usaha di Banjarnegara.
Tokopedia dan TikTok E-Commerce Siap Dukung UMKM Lokal
Dukungan juga datang dari platform marketplace besar. Hilmi Adrianto, Head of Public Policy and Government Relations Tokopedia & TikTok E-Commerce, menyampaikan bahwa UMKM Banjarnegara memiliki potensi besar untuk tembus pasar nasional hingga internasional.
“Kami berharap melalui program kolaborasi ini, melalui Juragan UMKM ini, pelaku UMKM semakin mahir membuat konten dan memasarkan produknya, tidak hanya di daerah sekitar, tetapi juga sampai luar negeri,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan berupa dukungan sosial untuk warga terdampak bencana di Pandanarum, melalui kolaborasi dengan Rumah Zakat.
Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Konten Kreator
Sesi yang paling dinanti para peserta adalah pelatihan bersama konten kreator Adelia Hilma, yang mengangkat tema “Kiat Sukses Melakukan Live Shopping”.
Dalam penyampaiannya, Adelia tidak hanya membahas teori, namun juga memberikan praktik langsung seperti:
- Personal branding untuk penjual digital
- Teknik membuat konten efektif dan konsisten
- Strategi agar video masuk FYP
- Optimalisasi fitur live shopping di platform digital
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





