PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum. Dari total 32 unit huntara yang sedang dibangun pada tahap awal, sebanyak 25 unit telah selesai 100 persen.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan percepatan pembangunan huntara bagi korban longsor Situkung ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Bupati Banjarnegara. Pemerintah menargetkan para pengungsi sudah dapat mulai menempati huntara secara bertahap sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Pembangunan terus kita kebut sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana. Dari 32 unit yang dikerjakan pada tahap awal, saat ini 25 unit sudah selesai sepenuhnya,” ujar Aji.
50 Unit Huntara Dibangun Tahap Pertama
Menurutnya, pada tahap pertama ini, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 50 unit huntara. Selain menyelesaikan bangunan, saat ini juga dilakukan penyiapan dan pematangan lahan untuk mendukung kelanjutan pembangunan.
Dalam proses penempatan, pemerintah menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan kelompok paling rentan. Lansia, penyintas dengan penyakit kronis, serta warga yang membutuhkan penanganan khusus akan menjadi penerima pertama hunian sementara tersebut.
“Tidak semua huntara bisa langsung dibangun sekaligus karena keterbatasan lahan dan proses pembebasan. Oleh karena itu, kami menggunakan pendekatan prioritas, terutama untuk lansia, pasien stroke, dan warga yang kondisi kesehatannya membutuhkan perhatian lebih,” katanya.
Tergetkan Pembangunan 200 Unit Huntara
Setelah pembangunan tahap pertama rampung, Pemkab Banjarnegara akan langsung melanjutkan ke tahap kedua. Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan hunian bagi korban longsor Situkung dapat segera terpenuhi secara bertahap.
Secara keseluruhan, pemerintah merencanakan pembangunan sedikitnya 200 unit untuk warga terdampak. Namun, pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lahan, kesiapan lokasi, serta proses administratif lainnya.
Sebagaimana diketahui, bencana longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, pada Minggu, 16 November 2025 lalu, menyebabkan ratusan rumah tertimbun material longsor dan menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan resmi BNPB, jumlah korban meninggal akibat longsor tersebut mencapai 28 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 11 korban dinyatakan hilang dan tidak berhasil ditemukan hingga operasi pencarian dihentikan setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk kesepakatan bersama keluarga korban.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







