OPERASI pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, resmi berakhir pada Selasa (25/11/2025). Memasuki hari ke-10 pencarian, Tim SAR gabungan menemukan lima jenazah. Meski upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, sebanyak 11 korban masih belum berhasil ditemukan.
Komandan Satgas Bencana Longsor Banjarnegara, Letkol CZL Teguh Prasetyanto, memastikan seluruh kekuatan telah dikerahkan sejak hari pertama kejadian. Setelah tujuh hari operasi pencarian, masa pencarian diperpanjang tiga hari untuk memberikan kesempatan lebih besar menemukan para korban longsor.
“Hari ini adalah hari ke-10 atau hari terakhir. Kami berhasil mengevakuasi lima jenazah korban longsor. Tim sudah all out dengan segala kemampuan dan peralatan yang ada,” katanya.
Segala Upaya Dikerahkan, Termasuk Anjing Pelacak dan Bantuan Anak Indigo
Teguh menjelaskan bahwa seluruh unsur SAR bekerja tanpa henti memaksimalkan pencarian. Beragam metode digunakan, mulai dari alat berat, pompa alkon, hingga anjing pelacak. Pada tahap terakhir, pihaknya bahkan meminta bantuan anak indigo untuk membantu menemukan titik-titik lokasi korban yang tertimbun.
“Kita sudah kerahkan semuanya, termasuk alat berat, alkon, dan anjing pelacak. Terakhir dalam pencarian korban longsor ini, kami juga meminta bantuan anak indigo,” katanya.

Basarnas Kerahkan 25 Alat Berat, Tantangan Material Longsor Sangat Ekstrem
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menegaskan bahwa pencarian dilakukan di tiga sektor utama, yakni C1, C2, dan C3. Di sektor C2, tim menggunakan alkon untuk mengurangi timbunan material yang sulit ditembus.
“Hari ini kami sudah mengerahkan segala kekuatan termasuk 25 unit alat berat. Fokus pencarian kami berada di sektor C1, C2, dan C3,” ujarnya.
Namun, tantangan di lapangan sangat berat. Material longsor menumpuk hingga 20 meter kedalaman, ditambah batu-batu besar yang menyulitkan proses penggalian.
“Ketebalan material longsoran mencapai 20 meter. Selain itu, bebatuan besar dan luasnya area terdampak menjadi kendala utama bagi tim,” jelas Budiono.
Pencarian Ditutup, 11 Korban Longsor Masih Belum Ditemukan
Meski semua upaya telah ditempuh, harapan untuk menemukan seluruh korban longsor belum terwujud. Hingga penutupan operasi, total 17 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
“Kami sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi hingga hari terakhir, masih ada 11 korban yang belum ditemukan. Tuhan berkehendak lain,” katanya.
Pemerintah daerah bersama keluarga korban kini menunggu perkembangan lanjutan terkait penanganan pascaoperasi pencarian. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi di wilayah perbukitan Pandanarum.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





