SENYUM dan suasana penuh haru menyelimuti Pendopo Dipayudha Adigraha Banjarnegara, Selasa (2/12/2025). Senyum lega terlihat dari para pengemudi becak lanjut usia yang hadir. Sebanyak 100 penarik becak di Banjarnegara resmi menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional becak listrik yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Program ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban kerja para pengemudi becak, khususnya mereka yang masih mencari nafkah di usia senja.
Target 80 Ribu Becak Listrik Secara Nasional
Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menyampaikan bahwa program becak listrik merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat kecil.
“Tahun ini kami selesaikan 10 ribu unit, tahun depan 30 ribu unit, dan target totalnya 80 ribu unit secara nasional. Tahap pertama kami prioritaskan pengemudi becak lansia,” ujarnya.
Teguh menegaskan, program bantuan becak yang dibagikan bersifat hibah, bukan untuk diperjualbelikan.
“Jika suatu saat tidak dipakai lagi, silakan kembalikan. Akan kami serahkan kepada pengemudi lain yang membutuhkan,” katanya.
Untuk memastikan penggunaannya berkelanjutan, GSN telah bekerja sama dengan dealer Viar sebagai penyedia teknisi dan suku cadang perawatan becak.
Pemerintah Daerah Dukung Penyediaan Charging Station
Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengapresiasi program yang dinilai sangat membantu masyarakat pekerja sektor transportasi tradisional.
“Ada sekitar 800 pengayuh becak di Banjarnegara. Melalui program ini, secara bertahap seluruh becak konvensional akan diganti menjadi becak listrik,” kata Amalia.
Ia juga mendukung rencana penyediaan fasilitas charging station di pangkalan becak agar operasional kendaraan semakin mudah.
“Lebih Ringan, Lebih Semangat”
Mistam, salah satu penerima bantuan, mengaku sangat bersyukur.
“Narikin becak biasa itu berat, sehari paling 2 – 5 kali. Pendapatan cuma Rp20 ribu sampai Rp50 ribu. Dengan becak listrik ini jadi lebih ringan, saya lebih semangat,” ujarnya.
Cerita serupa datang dari Suwito, yang lebih dari 20 tahun mengayuh becak kayu. Dengan becak listrik ini, dia tidak lagi mengandalkan tenaga otot untuk menaklukkan medan jalan.
Lebih dari Sekadar Kendaraan
Program becak listrik ini bukan hanya modernisasi moda transportasi lokal. Bagi para penerimanya, becak listrik menjadi:
- Simbol perubahan hidup
- Bentuk keberpihakan negara kepada wong cilik
- Harapan baru untuk tetap bekerja dengan martabat di usia tua
Usai acara penyerahan, ratusan abang becak pulang membawa becak baru mereka, bukan sekadar alat transportasi, melainkan kesempatan baru untuk meningkatkan penghasilan dan kualitas hidup.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







