Pemkab Cilacap Angkat 2.591 PPPK Paruh Waktu, Gaji Minimal Rp1,5 Juta. Upaya Pemerintah Kabupaten Cilacap memberikan kepastian status dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga honorer kini memasuki babak penting.
Sebanyak 2.591 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi diangkat dan dikukuhkan pada upacara peringatan HUT ke-54 Korpri yang dirangkaikan dengan Hari Guru Nasional, HUT ke-80 PGRI, serta Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Cilacap, di Alun-alun Cilacap, Selasa (2/12/2025).
Dalam pengangkatan ini, Pemkab menegaskan komitmen untuk tidak hanya menyelesaikan status kepegawaian, tetapi juga memperbaiki kondisi pendapatan mereka yang selama ini masih jauh dari kata layak. Banyak tenaga honorer, khususnya guru, hanya menerima gaji bervariatif mulai dari Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, bergantung pada dana operasional sekolah.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman memastikan bahwa kebijakan PPPK Paruh Waktu membawa standar kesejahteraan yang lebih baik.
“Minimal PPPK paruh waktu mendapatkan Rp1,5 juta. Selama ini guru kadang bervariatif ada yang katanya Rp300 ribu, Rp500 ribu. Kalau yang memang dapat tambahan lagi dari BOS dan sebagainya itu lebih. Tetapi minimal dari APBD kita jamin adalah Rp1,5 juta,” ujar Syamsul.

Angkat PPPK di Tengah Tekanan Fiskal
Syamsul menyampaikan, keputusan tersebut diambil di tengah tekanan fiskal dan penurunan dana transfer pusat. Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengorbankan layanan dasar kepada masyarakat, terutama pendidikan dan kesehatan.
“Hari ini sudah saya tanda tangani SK pengangkatan. Masa perjanjian kerja pertama berlaku 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2026, dengan SPMT per 2 Januari 2026,” jelasnya.
Menurutnya, daerah lain ada yang menghentikan pengangkatan PPPK akibat beban keuangan. Namun Pemkab Cilacap memilih untuk tetap memberikan kepastian dan keberlanjutan bagi para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Berbagai daerah di Indonesia mengalami tekanan bahkan menghentikan pengangkatan PPPK. Tetapi kami berkomitmen mengangkat dan memperpanjang PPPK, termasuk PPPK Paruh Waktu,” tegasnya.

90 Persen Guru, Ujung Tombak Generasi Emas
Dari total yang diangkat, sekitar 90 persen merupakan guru. Syamsul memandang mereka sebagai fondasi penting dalam mempersiapkan generasi emas Cilacap di masa mendatang. Ia juga menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda depan layanan publik.
“Kepada guru, nakes, perawat, bidan, dokter, dan seluruh tenaga PPPK, kami harapkan dapat menjalankan amanah ini dengan disiplin dan dedikasi,” katanya.
Reformasi BLUD dan Penguatan Anggaran Pendidikan
Pemkab Cilacap juga menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan, khususnya tenaga kesehatan melalui reformasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sedangkan di sektor pendidikan, dukungan anggaran akan diperkuat, termasuk dana pendamping BOS dan peningkatan perhatian pada guru PAUD.
Syamsul berharap kehadiran ribuan PPPK paruh waktu ini memberi efek langsung pada kualitas pelayanan publik dan menjadi semangat baru pembangunan daerah. “Mereka yang bekerja langsung di lapangan adalah ujung tombak pelayanan publik,” pungkasnya.







