KABUPATEN Banjarnegara selama ini dikenal sebagai surga wisata alam di Jawa Tengah. Sungai Serayu dengan arung jeram berstandar internasional, Dataran Tinggi Dieng yang memesona, hingga Waduk Mrica yang megah menjadi magnet bagi para pencinta petualangan dan keindahan alam.
Namun di balik pesona alamnya, kabupaten yang identik dengan Dawet Ayu ini menyimpan beragam fakta unik dan menarik yang belum banyak diketahui. Mulai dari asal-usul namanya, tradisi budaya yang langka, hingga kekayaan kuliner dan potensi ekonominya, Banjarnegara memiliki cerita yang layak untuk diungkap.
Jejak Sejarah di Balik Nama Kabupaten Banjarnegara
Nama Banjarnegara berasal dari dua kata, yakni “banjar” dan “negara”. Banjar diartikan sebagai sawah atau perkampungan tempat sekelompok masyarakat bermukim, sementara negara merujuk pada wilayah atau tanah air.
Nama tersebut mencerminkan sejarah awal Banjarnegara yang bermula dari sebuah wilayah kecil bernama Banjar Watu Lembu atau Banjar Petambakan. Dari kawasan inilah kemudian berkembang cikal bakal terbentuknya Kabupaten Banjarnegara seperti yang dikenal saat ini.

Sentra Domba Batur Berbulu Lebat
Tak banyak yang tahu, Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu daerah penghasil domba Batur, jenis domba berbulu keriting yang sering disebut mirip rambut gimbal. Domba ini merupakan hasil persilangan antara domba Merino dan domba ekor tipis.
Dengan bulu panjang dan keriting, domba Batur memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain untuk ternak, bulunya juga dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti kain, syal, hingga topi, menjadikannya salah satu komoditas unggulan daerah.
Wisata Alam Lengkap dari Pegunungan hingga Sungai
Banjarnegara memiliki kekayaan bentang alam yang lengkap. Dataran Tinggi Dieng menjadi ikon wisata utama dengan kawah vulkanik, telaga, candi, serta fenomena alam khas dataran tinggi.
Di sisi lain, Sungai Serayu mengalir membelah wilayah Banjarnegara dan dimanfaatkan sebagai lokasi arung jeram berstandar internasional. Sementara Waduk Mrica di Kecamatan Bawang dikenal sebagai salah satu waduk terbesar di Jawa Tengah sekaligus penopang pembangkit listrik untuk jaringan Jawa-Bali.
Tak Punya Pantai, tapi Kaya Hasil Ikan
Meski tidak memiliki garis pantai, Banjarnegara justru tercatat sebagai salah satu produsen ikan air tawar terbesar di Jawa Tengah. Bahkan, daerah ini pernah menempati peringkat empat besar penghasil ikan di tingkat provinsi.
Produksi ikan yang melimpah didukung oleh budidaya air tawar yang masif. Salah satu yang terkenal adalah Desa Tanjunganom, yang dijuluki Desa Seribu Kolam karena hampir setiap rumah memiliki kolam ikan.

Tradisi Potong Rambut Gimbal yang Mendunia
Salah satu tradisi paling unik di Banjarnegara adalah ritual pemotongan rambut gimbal bagi anak-anak yang rambutnya tumbuh gimbal secara alami, khususnya di wilayah Dataran Tinggi Dieng.
Anak-anak berambut gimbal dipercaya sebagai anak istimewa yang memiliki keunikan tersendiri. Oleh karena itu, rambut mereka tidak boleh dipotong sembarangan. Prosesi pemotongan harus melalui ritual adat, doa keselamatan, dan biasanya dilakukan oleh tokoh adat atau sesepuh desa.
Tradisi ini tak hanya sakral, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Surga Kuliner Khas Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara juga kaya akan kuliner tradisional yang menggugah selera. Kupat Landan, Dawet Ayu, dan Soto Banjar (Soto Krandegan) menjadi ikon kuliner daerah ini.
Kupat Landan memiliki warna merah bata khas dan biasanya disajikan dengan sambal kacang, tempe, serta tahu. Dawet Ayu terkenal dengan rasa manis gurih gula kelapa yang menyegarkan dan telah dikenal hingga luar Pulau Jawa.
Sementara Soto Banjar atau Soto Krandegan memiliki kuah kuning kental kaya rempah dan santan, bercita rasa gurih-manis khas, serta telah eksis sejak era 1930-an sebagai warisan kuliner otentik Banjarnegara.
Lebih dari Sekadar Daerah Wisata
Dengan perpaduan alam, budaya, tradisi, dan kuliner, Kabupaten Banjarnegara bukan sekadar destinasi wisata, melainkan daerah yang menyimpan kekayaan identitas dan kearifan lokal. Setiap sudutnya memiliki cerita, menjadikan Banjarnegara layak untuk terus dikenali dan dibanggakan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







