Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, selama tiga jam pada Jumat (19/12) malam memicu banjir luapan Sungai Langit. Akibatnya, delapan rumah warga terendam lumpur dan akses jalan kabupaten penghubung antar-desa lumpuh total akibat tergenang air setinggi satu meter.
Banjir ini melanda dua desa, yakni Desa Gununglangit dan Desa Bedana. Di Desa Gununglangit, air setinggi 50 centimeter merendam lima rumah warga di RT 03 RW 04. Sementara di Desa Bedana, tiga rumah terdampak banjir yang membawa material tanah dan kayu.
Detik-detik Air Masuk ke Pemukiman
Munasir, salah satu warga terdampak, menceritakan betapa cepatnya air sungai langit merangsek masuk ke dalam rumah. Ia mengaku tak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya.
”Arus sungai deras sekali dan air cepat masuk ke rumah. Memang setiap musim hujan sering terjadi, tapi baru kali ini airnya begitu cepat menggenang,” ungkap Munasir kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025).
Kepanikan juga sempat melanda warga Desa Bedana. Ratib, warga setempat, menyebut banjir kali ini membawa material sisa hutan dari perbukitan.
“Material diduga terbawa dari bukit di atas Dusun Bedana. Air bercampur lumpur dan kayu mengalir sangat deras,” ujarnya.
Akses Jalan Terputus, Warga Harus Memutar
Hingga Sabtu (20/12) siang, dampak banjir masih dirasakan warga. Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Bedana menuju pusat Kecamatan Kalibening tidak dapat dilalui kendaraan akibat luapan Sungai Brukah yang mencapai ketinggian 1 meter.
”Aktivitas warga yang biasanya melalui jalur tersebut akhirnya memutar melalui Desa Karanganyar atau Desa Gununglangit,” tambah laporan di lapangan.
Mendesak Pembangunan Tanggul
Tim Reaksi Cepat (TRC) Desa Gununglangit, Isro, menyebut pihaknya bersama warga langsung melakukan kerja bakti membersihkan sisa lumpur. Namun, ia menekankan perlunya solusi permanen agar kejadian serupa tidak berulang.
”Rekomendasi TRC, harus dibuatkan tanggul sungai agar saat banjir air tidak masuk ke pemukiman di Gunungsari,” tegas Isro.
Imbauan BPBD Banjarnegara
Kepala BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengonfirmasi pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Ia meminta masyarakat tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
”Warga diharapkan rutin melakukan patroli lingkungan atau ronda. Jika melihat tanda-tanda mencurigakan atau potensi bencana, segera laporkan ke pemerintah desa atau BPBD,” imbau Aji.
Selain kewaspadaan, Aji juga meminta warga aktif melakukan gotong royong untuk normalisasi sungai agar aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat material sampah maupun kayu.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







