Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > Gerindra Banyumas Desak Penutupan Total Tambang Ilegal di Lereng Gunung Slamet
Banyumas

Gerindra Banyumas Desak Penutupan Total Tambang Ilegal di Lereng Gunung Slamet

Besari
Terakhir diperbarui: 10 Desember 2025 12:38
Besari
Membagikan
Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banyumas, Adhi Wiharto, bersama Yoga Sugama. Gunung Slamet
Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banyumas, Adhi Wiharto, bersama Yoga Sugama. (Foto: Besari)
Membagikan

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Banyumas melancarkan kritik tajam dan desakan keras kepada pihak berwenang. Mereka meminta penertiban dan evaluasi total terhadap aktivitas penambangan yang merusak lingkungan dan berpotensi memicu bencana di lereng Gunung Slamet. Secara spesifik, desakan ini menyasar lokasi pertambangan di Baseh dan Gandatapa.

Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banyumas, Adhi Wiharto, menekankan pentingnya tindakan tegas tanpa kompromi.

Desakan ini muncul setelah partainya menerima banyak aduan warga mengenai dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan tersebut.

Menurut Adhi, perlindungan sumber daya alam dan lingkungan adalah prioritas utama, dan ia menyesalkan pihak berwenang maupun perusahaan pemegang izin tidak memiliki kajian dampak yang memadai.

“Penambangan di lereng gunung berpotensi menimbulkan erosi, pencemaran, hingga gangguan siklus air. Dampak sosial dan bencana seperti longsor dan banjir juga bisa terjadi sehingga merugikan masyarakat,” katanya Rabu (10/12/2025).

Lebih lanjut, Adhi Wiharto mengecam keras mentalitas para pengusaha tambang yang hanya fokus pada keuntungan. Ia menyebut praktik ini sebagai “serakahnomics”, karena semata-mata mengejar profit tanpa memikirkan kerugian yang diderita masyarakat dan alam.

Baca juga  Pejabat Banyumas Asik Touring Keluarga, Disaat Wilayahnya Dilanda Bencana 

“Pengusaha pertambangan tidak boleh serakah dan merasa kuat. Dampak yang mungkin terjadi harus dipertimbangkan serius, apalagi dalam situasi cuaca ekstrem,” kata dia.

Selain ancaman ekologis dan istilah “serakahnomics” yang ia cetuskan, Adhi juga menyoroti potensi konflik sosial serta kerusakan infrastruktur jalan akibat lalu lintas truk bermuatan berat.

Secara teknis, Gerindra melihat adanya kejanggalan dalam operasi di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang.

“Informasinya, teknis ngeprase di Gandatapa versi ESDM Provinsi Jateng penambangannya nggak benar sehingga berpotensi sekali terjadi bencana,” kata Adhi.

Adhi Wiharto meminta agar aspirasi warga yang paling terdampak langsung oleh bencana tidak boleh diabaikan. Ia secara eksplisit menyarankan penghentian sementara aktivitas di Baseh dan Gandatapa sambil menunggu cuaca stabil.

Gerindra juga mendesak agar kajian ulang operasional tambang segera dilaksanakan dengan partisipasi aktif warga setempat.

Rekan satu partai Adhi, Yoga Sugama, turut menambahkan bahwa perlindungan ekosistem lereng Gunung Slamet harus bersifat menyeluruh.

“Saya sangat mengapresiasi gerakan warga Baseh, itu perlu dikawal terus. Namun wilayah lain seperti Gandatapa yang berpotensi menimbulkan bencana alam saat musim hujan juga harus diperhatikan,” kata dia.

Baca juga  GP Ansor Banyumas: Bahaya Tambang dan Alarm Ekologis yang Tidak Boleh Diabaikan

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:gerindragunung slamet
Artikel Sebelumnya Festival Kenthongan 10 Grup Ramaikan Festival Kenthongan Hari Jadi ke-195 Purbalingga, Ini Jadwalnya
Artikel Selanjutnya Rekonstruksi polisi gadungan banyumas Polresta Banyumas Ungkap Modus Pemerasan oleh Polisi Gadungan
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
es brasil purwokerto
Banyumas

Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Oleh Kurnia
djoko susanto
Banyumas

Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung

Oleh Besari
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?